Nasi dan Hubungannya dengan Kecelakaan Lalulintas

Nasi dan Hubungannya dengan Kecelakaan Lalulintas

Kehilangan konsentrasi akibat mengantuk menjadi salah satu dari sekian banyaknya penyebab kecelakaan lalulintas. Kelelahan menjadi pemicu kantuk, namun ternyata bukan hal itu saja yang menjadi penyebab kantuk. Perlu disadari salah satu penyebab kantuk justru hadir dari makanan khususnya nasi putih.

“Nasi putih berpotensi mengundang kantuk lantaran mengandung kabohidrat tinggi. Agar bisa memecah komponen karbohidrat yang kemudian akan di serap oleh sel-sel tubuh, dibutuhkan energi yang cukup besar,” terang Mieke Saraswati, seorang ahli gizi di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

 

“Proses ini memicu peningkatan gula darah dalam tubuh. Agar kadar gula tidak terlalu banyak dalam tubuh, pankreas lantas menghasilkan hormon insulin. Hormon inilah yang mampu meningkatkan kadar triptofan dalam otak. Selanjutnya, triptofan akan meningkatkan kadar hormon bernama serotonin dan melatonin,” lanjutnya.

Serotonin membuat kita merasa tenang dan nyaman. Sementara melatonin merupakan hormon yang akan diproduksi agar tubuh bisa beristirahat. Sehingga tak aneh jika setelah makan nasi, terlebih dalam porsi yang besar akan merasa mengantuk.

Maka dari itu, jika sesudah melahap santapan berat dengan 'landasan' nasi sebaiknya beri jeda beberapa jam sampai terlewati rasa kantuk yang menghinggap. Lebih baik menunda perjalanan ketimbang mengemudi dengan mata kantuk akibat kekenyangan nasi.

 

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com