Menghindari Double Cabin Bekas Pekerja Keras

Menghindari Double Cabin Bekas Pekerja Keras

Saat ini pikap double cabin alias D-Cab banyak digemari untuk digunakan sebagai mobil kegiatan sehari-hari di perkotaan. Gayanya juga macho. Tak heran kalau pasar mobil bekas D-Cab juga cukup ramai peminat. Tapi sulit dipungkiri kalau banyak pembeli D-Cab baru adalah perusahaan pertambangan, perkebunan atau bidang yang selalu menggunakan jalan kasar serta beban berat.

D-Cab memang dirancang kuat, sangat kuat malahan. Tapi bila kita disuruh memilih antara D-Cab yang sering bekerja berat atau ringan, tentu ini adalah pilihan mudah. Tinggal bagaimana kita mendeteksinya.

Rata-rata D-Cab dijual oleh sejumlah perusahaan karena usia, atau kondisinya tidak lagi prima untuk digunakan. Oleh karena itu, mobil bekas pekerja berat ini biasanya dijual sangat murah. Nah, bila sudah sampai ke pedagang, untuk menaikkan harga mereka bisa saja mempermaknya supaya tidak mudah diketahui riwayat kerja mobil tersebut. 

Restorasi yang dilakukan biasanya cukup sederhana, hanya mementingkan tampilan yang dikembalikan menjadi rapi. Sedangkan suspensi, mesin dan interiornya hanya sebatas dilakukan pemolesan saja. “Setelah rapi, mobil ini biasanya dijual dengan harga pasaran normal yang ada di kota.” tutur Budi Suryadi, seorang anggota komunitas pemilik D-Cab.

Agar Anda tidak terjerumus saat membeli mobil double cabin, ada beberapa tips yang diberikan oleh Diyan Priyaji selaku pedagang mobil bekas di bilangan Depok. Pertama tentu saja cek BPKB-nya dan lihat siapa saja yang pernah memiliki mobil tersebut. Bila ada nama perusahaan di situ, segera googling untuk melihat bergerak di bidang apa. Dari situ Anda bisa menilai kira-kira apa tugas mobil itu di perusahaan dimaksud. 

Lantas lihat keadaan ruang mesin dan bagian kolong kendaraan. Mobil bekas pertambangan biasanya memiliki bekas tanah merah atau lumpur yang sudah mengering di sela-sela mesin atau suspensi . “Membersihkan tanah atau lumpur yang sudah mengering di sela-sela sempit sangatlah sulit, biasanya sudah dibiarkan saja sedikit terlihat atau malahan di cat.” Ungkap pria yang akrab disapa Aji ini.

Jadi Anda patut curiga apabila di bagian kolong terlihat banyak bekas tanah ataupun malahan bekas dicat baru. Periksa juga kemulusan sasis, karena penyok di sasis berarti mobil tersebut kerap mentok diajak off-road.

Kedua, periksalah bagaimana double cabin ini berdiri, apakah mobilnya miring atau tidak. Miringnya mobil double cabin diakibatkan karet bushing yang menempel antara bodi dengan ladder framenya tidak lagi dalam keadaan baik. Ini diakibatkan mobil biasanya digunakan sebagai pengangkut barang-barang berat yang berkibat karet tersebut tidak lagi dalam kondisi prima.

“Biasanya pedagang bandel tidak memikirkan melakukan penggantian bushing sasis ini. Makanya walaupun tekanan angina ban sama, tapi tetap saja bodinya miring.” Kata pria berkacamata ini. “Kalau kondisi bodi biasanya sudah disulap total, terlebih mobil itu sudah rapi karena sudah dicat ulang.” Lanjut pria ramah ini.

Masuk ke dalam interiornya, di sini akan kembali terlihat jika bekas pekerja berat. Banyak bagian yang sudah terlihat aus atau malahan kotor terkena lumpur ataupun tanah yang sudah sulit dibersihkan. Di sela-sela atau di sisi pinggir engsel pintu juga terlihat banyak lumpur dan tanah mengering tadi.  “Jangan lupa juga melihat kondisi bodi, karena rentan sekali mobil ini terjangkit karat.”

Beban berlebih yang sering ditimpakan ke mobil juga dapat membuat keausan dini pada tiap sambungan bodi serta sasis. Bahkan bukan mustahil dapat membuat sasis tak lagi lurus. Mintalah penjualnya menjalankan mobil incaran Anda, lantas ikuti dari belakang. Lihatlah apakah mobil masih lurus atau berjalan sedikit menyamping. Fenomena yang disebut lari anjing ini juga bisa terjadi bila mobil itu pernah mengalami kecelakaan.

Satu hal sederhana lain yang bisa dilihat adalah kemulusan bak. Mobil yang dimanja oleh tuannya tak akan diizinkan membawa barang berat. Lain cerita bila digunakan perusahaan di medan berat, apalagi yang membutuhkan pengangkutan barang. Perhatikan kondisi bagasi, apakah mulus dan masih cat orisinal. Beban berat biasanya akan membuat bagasi lecet dan penyok kecil-kecil.

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com