Konsumen Supercar Gemar Sistem Bayar Kredit. Apa Alasannya?

Konsumen Supercar Gemar Sistem Bayar Kredit. Apa Alasannya?

Sistem pembayaran kredit lumrah dilakukan oleh konsumen ketika akan membeli mobil untuk keperluan sehari-hari. Sistem pembayaran kredit dianggap meringankan beban konsumen dalam pembayaran, mengingat cicilannya bisa dibagikan hingga 5 tahun.

Bahkan pemilih sistem pembayaran kredit masih digunakan oleh konsumen yang membeli produk mobil supercar.

Seorang tenaga penjual mobil supercar menyebutkan masih ada konsumennya yang memilih pembayaran kredit. "Ada saja, kredit itu kan tergantung maunya berapa tahun gitu. Downpayment nya sendiri minimal 30% dari harga mobilnya sendiri," ujar tenaga penjual yang tidak ingin disebutkan identitasnya ketika ditemui OtoDriver di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (3/5).

Selanjutnya dirinya menjelaskan, pembayaran kredit dalam pembelian supercar pun sama seperti pembayaran mobil lain pada umumnya. Tenornya sendiri bisa mulai dari satu tahun hingga paling lamanya adalah lima tahun. "Tapi rata-rata yang ambil engga terlalu lama. Paling lama itu tiga tahun, karena makin lama juga bunganya makin tinggi," ungkapnya.

Foto: Brian

 


"Engga ada kustomer yang nyicil terus engga mampu bayar angsuran lalu sampai ditarik tuh engga ada. Justru kebanyakan tidak mau nyicil terus mereka ambil cash. Karena balik lagi ke bunga kan males," lanjutnya.

Namun dirinya menyebutkan tetap ada konsumen yang memilih kredit. Bukan karena meringankan pembayaran, melainkan karena sulitnya mengeluarkan uang dalam jumlah besar dari bank untuk melakukan pembayaran secara tunai.

Dari pricelist yang disebarkan, harga supercar paling murah terdapat pada Tesla Model 3 yang dihargai sebesar Rp 1,4 miliar. Sedangkan supercar termahal terdapat pada Bugatti Chiron yang harganya mencapai Rp 112 miliar.

Simak Video : VIDEO: 4 Hal yang Pengaruhi Resale Value

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com