Kenapa Umur Oli Transmisi Otomatik Konvensional Lebih Singkat Ketimbang CVT?

Kenapa Umur Oli Transmisi Otomatik Konvensional Lebih Singkat Ketimbang CVT?

Penggantian pelumas transmisi otomatik harus dilakukan secara periodik. Hal tersebut guna menjaga kinerja transmisi dengan tetap dalam kondisi prima dan mempertahankan performa mobil dalam kondisi terbaik.

Pada artikel sebelumnya, Hermas Efendi Parbowo selaku Owner bengkel Worner Matic yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan menyebutkan bahwa penggantian oli transmisi otomatik konvensional lebih rutin ketimbang transmisi CVT.

Jika transmisi otomatik konvensional harus diganti setiap 20.000 km, transmisi otomatik CVT disarankan rutin mengganti pelumas setiap 30.000 km. Lantas mengapa demikian?

 

“Transmisi otomatik konvensional memiliki friction clutch yang lebih banyak ketimbang CVT. Contoh transmisi AT 4 percepatan, friction clutch-nya ada 18 sampai 20 buah, sedangkan CVT hanya 8 sampai 10 buah saja,” ujar Hermas saat diwawancarai di Bintaro, Tangerang Selatan (19/10).

Hermas juga menjelaskan hal tersebut berkat jumlah Friction Clutch yang berbeda pada masing-masing jenis transmisi. “Dengan jumlah friction cluth yang lebih banyak, otomatis jumlah kotoran yang dihasilkan semakin banyak,” sambungnya.

“Kalau bengkel kita, kami menyarankan setiap 20.000 km transmisi otomatik konvensional dikuras olinya, sedangkan CVT di 30.000 km,” tutup Hermas.

Kendati demikian, pelumas transmisi CVT umumnya dipasarkan dengan harga yang lebih mahal ketimbang pelumas transmisi konvensional. Namun dengan jadwal penggantian yang berbeda, tentunya biaya perawatan kedua jenis transmisi ini tidak akan berbeda jauh.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com