Hyundai: Imbangi Negara Maju harus Langsung ke Mobil Listrik

Hyundai: Imbangi Negara Maju harus Langsung ke Mobil Listrik

Industri otomotif saat ini ramai diperbincangkan soal perpindahan ke mesin hybrid atau full-elektrik. Hampir setiap agen pemegang merek otomotif sudah menyiapkan produknya masing-masing untuk mengisi segmen tersebut. Namun, hingga saat ini pemerintah Indonesia sendiri masih menggodok mengenai regulasi mobil bermesin listrik tersebut.

Seperti produsen mobil lainnya, Hyundai pun tertarik untuk melihat keputusan regulasi kendaraan listrik Indonesia. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menyebutkan, perpindahan dari mesin bensin lompat langsung ke mesin listrik tanpa melewati hybrid akan mengejar ketinggalan Indonesia dalam dunia otomotif.

 

"Kalau kita geser dulu ke hybrid, baru geser lagi ke elektrik, itu akan ketinggalan satu-dua langkah. Kalau kita mau mengimbangi, ya harus lompat (langsung full elektrik)," ujar Deputy Marketing Director HMI, Hendrik Wiradjaja di Hyundai Simprug, Jakarta, Selasa (2/4).

Dirinya mengakui butuh effort yang besar untuk menghadirkan secara langsung mobil listrik, tanpa melewati hybrid. Namun dirinya juga meyakini, para pemain di industri otomotif pun sudah siap akan hal tersebut.

"Tinggal regulasinya, kalau itu sudah mendukung, saya rasa brand-brand otomotif akan bawa produk mobil listriknya. Saya lihat banyak yang sudah siap dan punya produknya," ujarnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah cukup teredukasi akan kehadiran mobil listrik. Hal itu terbukti sejak munculnya BMW i8 yang sangat fenomenal.

"Mereka (BMW) sudah mengedukasi jauh-jauh dari 2 tahun lalu. Saya rasa udah banyak yang siap, tinggal regulasinya dan kalau mau mengejar ketinggalan ya harus lompat," tutup Hendrik.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com