FIRST DRIVE: Toyota All New Kijang Innova 2.0G A/T

FIRST DRIVE: Toyota All New Kijang Innova 2.0G A/T

Tak lama setelah peluncuran All New Kijang Innova 23 November lalu, akhir pekan kemarin Toyota mengundang kami dan beberapa media untuk melakukan test drive di Bali. Lokasi ini dipilih karena mereka ingin kami dapat merasakan All New Kijang Innova dalam berbagai bentuk lintasan seperti aspal jalanan rusak, lintasan tanjakan berkelok, dan turunan berkelok.

Dalam pengetesan ini, OtoDriver memilih satu buah Innova tipe G A/T bermesin bensin 1TR-FE terbaru yang berteknologi Dual VVT-i 2.000 cc. Selain telah merasakan varian diesel termahal, kami juga penasaran terhadap mesin bensin lama tapi barunya ini. Disebut lama karena masih sejenis dengan Innova sebelumnya, dibilang baru karena kini menggunakan pengatur katup variabel dual VVT-i. Tenaga dan torsi juga hanya naik sedikit. Tenaga 139 PS naik 3 PS dari sebelumnya, sedang torsi hanya naik 0,1 kgm.

Legen Journey, Bali

Kita mulai dari luar dulu. Bagian eksterior tipe ini memang terlihat paling sederhana dibandingkan dengan dua tipe di atasnya, V dan Q. Ini karena absennya aksen krom yang terdapat pada grill, lis kaca yang membuat tampangnya menjadi lebih sederhana. Selain itu tatanan headlamp juga terlihat tidak ada projektor seperti tipe Q dan minus LED pada lampu depan ini. 

Lampu tidak ada LED seperti tipe Q

Masuk ke dalam kabinnya, Toyota sedikit memberikan sentuhan yang eksentrik dalam memilikh warna interior. Jok dan doortrim berwarna antara coklat dan oranye ini membedakannya dengan tipe Q yang berwarna hitam elegan. Sedangkan tipe V dan G mendapatkan warna seperti ini. Pertama terasa aneh, namun lama-lama terasa nyaman juga dan membuat interior All New Kijang Innova menjadi unik. 

Lingkar kemudi juga terdapat perbedaan, tombol-tombolnya tidak sebanyak tipe Q. Ini dikarenakan tombol sisi kanan pada tipe Q adalah untuk pengaturan MID berlayar TFT pada  speedometernya. Sedangkan untuk tipe G hanya sebatas menampilkan informasi yang tidak sebanyak tipe Q. Satu lagi yang absen di tipe G adalah immobilizer. Agak disayangkan karena Kijang adalah salah satu incaran pencoleng. Untungnya masih ada alarm. 

fitur lingkar kemudinya tidak selengkap tipe Q

Di lain sisi kenyamanan mobil ini boleh diacungi jempol, suspensinya dapat meredam berbagai kontur aspal yang rusak di beberapa bagian saat perjalanan dari Lovina menuju Kintamani tanpa mengganggu kenyamanan para penumpang media lain yang satu mobil.

Sasis yang diklaim sudah diganti bahannya agar lebih rigid benar terbukti di lintasan antara Kintamani menuju Ubud yang sangat berkelok-kelok adalah pengalaman berbeda dalam sebuah All New Kijang Innova karena mobil ini terasa stabil dikendarai. Bobot setir terasa pas di kecepatan tinggi, tapi sayangnya terasa agak berat di kecepatan rendah. 

Kekedapan suara dari luar kabin sangat baik berkat peningkatan peredaman yang terpasang di firewall dan dasar lantai mobil sehingga suasana di kabin juga lebih senyap walaupun kita tau tipe G ini adalah varian terendah dari All New Kijang Innova.

Tatanan dasbor bagian tengahnya sedikit berbeda, controller AC tidak digital seperti tipe Q, begitupun controler AC di bagian belakang juga tidak digital melainkan analog. Tapi hal ini tidak menggangu kualitas pendinginan, hanya perbedaan fitur kemewahan saja. Sayang fitur ambient light tidak ada di varian tipe G ini, sehingga kemewahan kabin agak berkurang karena absennya fitur tersebut. Tapi sekali lagi harap diingat, varian ini harganya sangat renyah dan cuma sedikit di atas Rp 300 juta. 

Analog tapi tidak mengganggu kualitas pendinginan

Saat menghadapi jalan-jalan menanjak dan berbelok, performa mesin bensin ini terasa agak kewalahan. Sangat jauh di bawah versi diesel. Kenaikan tenaga sedikit kami rasa habis terkompensasi peningkatan bobot. Agak menggelitik, hingga saat ini Toyota belum merilis bobot Innova terbaru. Tapi dengan penambahan panjang 150 mm, lebar 55 mm dan tinggi 45 mm dari sebelumnya, plus penambahan sejumlah fitur, logis rasanya kalau bobot pun meningkat.

Akan lebih baik fungsikan fitur terbaru di mobil ini, yakni Drive Mode yang memiliki posisi penyetelan Power. Gas terasa menjadi agresif dan perpindahan gigi terjadi saat rpm lebih tinggi agar tetap mendapatkan tenaga yang optimal saat menanjak. Power Mode ini juga sangat membantu saat ingin mendahului mobil yang berada di depan.

Hariawan Arif berada di balik kemudi Innova baru

Bila Anda hanya ingin menikmati Innova terbaru yang lebih nyaman dan modern di trim termurahnya, maka model ini memberi value for money baik. Tapi bila ingin merasakan inovasi Toyota di sektor mesin, maka tipe diesel akan jauh lebih menggoda dan membuat senyum saat berakselerasi.

Saat ini kami belum bisa memberi figur akselerasi atau konsumsi BBM-nya yang diklaim membaik dengan teknologi dual VVT-i. Nanti begitu mobil ini sudah bisa kami pinjam di Jakarta dan melalui seluruh standar pengetesan, barulah hasilnya akan kami sampaikan lebih detail dalam sajian artikel Test Drive lengkap.

Drive mode. Mengatur perilaku si mobil.

 

Baca Juga:

FIRST DRIVE: Toyota All New Kijang Innova 2.4V A/T

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com