Bertenaga Besar Namun Tetap irit, Ini Dia Rahasia Mesin Audi Q8

Bertenaga Besar Namun Tetap irit, Ini Dia Rahasia Mesin Audi Q8

Audi akhirnya meluncurkan Q8 di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.  Terlahir sebagai sebuah SUV dengan darah coupe, dimensinya tergolong cukup besar, memiliki panjang 4.990 mm, lebar 2.000 mm, dan tinggi 1.710 mm membuat Q8 lebih lebar, lebih panjang dan lebih pendek jika dibandingkan Audi Q7.

Dengan wheelbase yang mencapai 3.000 mm, Q8 tentu punya keunggulan kabin yang luas. Namun, jangan dikira mobil ini pelan. Dengan wujudnya yang agak bongsor, Q8 mengandalkan jantung pacu berkonfigurasi V6 berkapasitas 3.000 cc dengan tenaga puncak 340 ps dan torsi 500 Nm.

Keunggulan lain yang menarik tentunya berkat teknologi MHEV Mild-Hybrid Electric Vehicle, yang membuatnya tak hanya bertenaga, namun memiliki konsumsi bahan bakar yang baik. Mesin tersebut juga dipadukan dengan transmisi 8 percepatan Tiptronic yang mampu menggerakan keempat rodanya (Quattro).

 

Menurut Adi Setiadi, After Sales Manager PT Garuda Mataram Motor di GIIAS 2019, batasan penggunaan motor listrik dan motor bakar pada Audi Q8 ada pada kendali pengemudinya. Perintah penggunaan motor listrik maupun motor bakar di rentang kecepatan 55 km/jam sampai 160 km/jam tergantung input atau masukan dari tingkat injakan pedal gas.

Teknologi MHEV didukung baterai lithium-ion dan belt alternator starter (BAS). Teknologi ini memungkinkan Q8 berjalan dengan kecepatan 55-160 km/jam dengan kondisi mesin mati. Saat berdeselerasi BAS dapat mengumpulkan kembali energi hingga 12 kW, yang mampu memangkas konsumsi bbm hingga 0,7 liter setiap 100 km.

Tersedia dalam 8 pilihan warna, yaitu Deep Black, Carrara White, Samuray Grey, Florest Silver, Dragon Orange, Argus Brown, Galaxy Blue dan Cobra Beige. Audi Q8 Rp 2,455 Miliar (On the Road).

 
 

Bagikan

Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com