4 Kondisi ini Jadi Penyebab Pecah Ban

4 Kondisi ini Jadi Penyebab Pecah Ban

Kecelakaan dikarenakan pecah ban kembali terjadi Minggu pagi (15/09) di tol Jagorawi telah merenggut korban jiwa sebanyak 3 orang. Kejadian pecah ban sudah berulang kali terjadi, jika dilihat dari sisi pembuat ban, adalah hal yang cukup sulit untuk membuat ban pecah.

“Memecahkan ban itu sangat sulit. Semua pabrikan ban pasti melakukan berbagai test untuk urusan kekuatan ban, antara lain test endurance, test high speed, test plunger, test bead unseating dan beberapa test lagi,” terang Zulpata Zainal  On Vehicle Test PT Gajah Tunggal saat dihubungi, Minggu kemarin (15/9).

Foto: Danu

 

“Selain itu, ada tes terhadap material ban sebelum jadi ban dan semua cukup ketat dilakukan. Perlu berhari-hari untuk melakukan pengetesan ban dan membuatnya benar-benar pecah,” sambungnya.

Namun Pak Zul, demikian ia akrab disapa, mengatakan bahwa ban bisa pecah karena beberapa kemungkinan. Bahkan kondisi ini kerap ditemui dan dianggap hal yang biasa dalam keseharian. Berikut adalah kondisi yang bisa jadi penyebab malapetaka pecah ban.

1. Ban tidak sesuai dengan rekomendasi

Seringkali dalam saat memilih membeli ban tidak mengindahkan rekomendasi  spesifikasi yang sudah ditentukan oleh pabrik kendaraan. Terlebih berhubungan dengan load index, atau kemampuan tiap ban dalam memikul beban. Gunakan ban dengan spesifikasi yang minimal sama atau lebih dari yang disarankan pabrikan kendaraan.

2. Tekanan ban kurang

Tekanan ban tidak boleh kurang dari angka yang dianjurkan. Sesuaikan dengan angka yang telah ditetapkan oleh pabrikan. Cek tekanan ban dalam kondisi dingin atau sebelum jalan.

Ban dengan tekanan angin di bawah standar akan memicu temperatur udara di dalam ban lebih tinggi dan mengembang. Dalam kondisi panas maka kawat pada ban akan ikut memuai dan memicu terjadinya pecah ban. Selain itu, berdasarkan uji coba, ban yang kehilangan tekanan 1 bar akan membuat ban dalam keadaan unsitting pada dinding pelek, artinya, ban bisa copot dari pelek.

3. Kelebihan Beban

Ban punya batasan dalam mengangkut beban dan batasan tersebut jangan sampai dilampaui. Beban maksimal disesuaikan dengan kapasitas yang disarankan pabrikan kendaraan atau yang  biasa disebut Gross Vehicle Weight (GVW).

4. Kondisi Tambalan Ban

Kondisi ini berlaku pada model ban tubeless. Teknik tambal ban model tusuk atau string tubeless dilakukan dengan memperbesar lubang bocor. Jika tambalan tersebut mengenai konstruksi serat baja terputus maka ban tersebut sudah cacat. Selain itu tambalan ban menjadi titik masuknya kotoran dan air yang memicu korosi pada serat baja pada ban.

 

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com