10 Hal yang Ganggu Konsentrasi Mengemudi, GPS Tidak Termasuk

10 Hal yang Ganggu Konsentrasi Mengemudi, GPS Tidak Termasuk

Larangan mengoperasikan GPS sambil mengemudi menimbulkan banyak pro dan kontra belakangan ini. Digalakkannya larangan mengoperasikan GPS saat mengemudi merupakan bagian dari penegakan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 Pasal 106 ayat.

GPS sendiri merupakan sebuah teknologi yang populer di era milenium dan saat ini bisa membantu dan memudahan penumpang mobil. Polemik pembatasan menggunakan GPS memang layak diperdebatkan, tapi sebenarnya banyak yang lebih bahaya dibanding mengoperasikan GPS sambil mengemudi.

 

Menurut situs mentalfloss, setidaknya ada 15 hal yang bisa mengganggu konsentrasi mengemudi. Namun ternyata tak ada satupun yang menyebut menggunakan GPS. Berikut adalah 10 hal yang bisa mengganggu konsentrasi mengemudi menurut situs tersebut.

1. Menggunakan ponsel atau smartphone saat mengemudi
Menurut penelitian tahun 2008 di Amerika Serikat, banyak pengemudi yang menggunakan ponsel dalam perjalanan. Bukan hanya sekedar mengangkat telepon, tetapi banyak
dari mereka yang menjadikan gadget sebagai cermin untuk merias wajah atau sekedar merapihkan rambut bahkan untuk menyikat gigi dan mengganti pakaian.

2. Membalas pesan singkat saat berkendara
Menurut laporan di Amerika Serikat di 2013, kecelakaan remaja di jalan raya diakibatkan karena membalas pesan singkat saat mengemudi, lagi-lagi karena ponsel.

 

3. Suara audio yang terlalu keras
Dalam penelitian, 85 kesalahan berkendara didominasi oleh para remaja yang mendengarkan musik terlalu keras, sedangkan remaja yang memilih lagu mellow
mampu menurunkan 20 persen tingkat kecelakaan.

4. Makan saat berkendara
Sebuah penelitian di Los Angeles, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kecelakaan naik 80% terjadi karena pengemudi yang makan dan minum sambil mengemudi. Kegiatan tersebut diyakini dapat menggangu konsentrasi saat berkendara.

5. Menaruh barang yang berlebihan di dasbor
Menurut penelitian, terlalu banyak barang di area dasbor membuat jarak pandang saat berkendara terganggu yang berdampak menurunnya konsentrasi dan bisa menyebabkan
kecelakaan.

 

6. Mengemudi dalam keadaan lelah
Pada tahun 2011 sebuah penelitian menyebutkan, kecelakaan terjadi diakibatkan pengemudi mengalami kelelahan. Jadi jika lelah, segeralah menuju rest area terdekat dan beristirahatlah sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

7. Pengaruh alkohol
Masih dari penelitian yang sama, mengemudi dalam pengaruh alkohol sangat berbahaya karena bisa menimbulkan halusinasi yang berlebihan. Orang yang tengah dalam pengaruh alkohol sebaiknya sama sekali tidak melakukan kegiatan mengemudi.

8 Berhenti di zona aman
Di beberapa negara sudah memfasilitasi zona untuk berhenti untuk sekedar menerima panggilan, membalas pesan singkat atau hanya sekedar melihat email masuk. Hal ini bisa
membuat pengendara tidak terganggu untuk menggunakan gadget saat perjalanan.

9. Mengemudi dalam keadaan marah

Para peneliti yang mempelajari 1.600 peristiwa kecelakaan selama rentang waktu tiga tahun menyimpulkan pengemudi yang sedih, marah atau kesal bisa meningkatkan risiko
kecelakaan sebesar hampir 10 kali lipat.

10. Jangan bercanda berlebihan saat berkendara
Jalan raya bukan tempat untuk bercanda dan ajang membuat kekonyolan. Selain berbahaya, bercanda saat sedang mengemudi juga dapat mengilangkan konsentrasi yang tentunya bisa membahayakan semua orang.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com