OTODRIVER - Ada pendatang baru di gelaran GIIAS 2026 lalu. BAW hadir dan langsung berupaya mencuri perhatian lewat beberapa produk termasuk MPV listrik bongsor bernama M8.
BAW itu sendiri merupakan kepanjangan dari Beijing Automobile Works.
Brand Marketing Director PT BAW Automobile Trading Indonesia, Rifkie Setiawan, mengatakan bahwa MPV mewah inilah yang menjadi kandidat pembuka kiprah pabrikan asal Tiongkok ini di Indonesia.
"GIIAS menjadi langkah awal kami untuk memperkenalkan produk-produk kami. Dan direncanakan kita akan segera meluncurkan BAW M8 EV untuk langkah pertamanya," terang Rifkie saat dihubungi Otodriver, Rabu (12/08/2026).
Rifkie menjelaskan bahwa BEV jadi pilihan lantaran ingin memenuhi kebutuhan pasar MPV besar listrik yang sudah terlebih dulu terbentuk. "Benar, memang M8 ada versi REEV-nya, namun saat ini kami ingin memenuhi kebutuhan pasar saat ini dulu. Dan memang sejalan dengan sudah banyak yang berminat saat di GIIAS kemarin," sambungnya.
BAW M8 BEV
Melihat dari spesifikasi yang ada, BAW M8 EV mengusung motor listrik berdaya 170 kW atau setara 228 dk, dengan torsi 310 Nm. Sumber tenaganya berasal dari baterai lithium-Ferro fosfat (LFP) berkapasitas sekitar 81 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 505 km dalam siklus pengujian CLTC.
Soal pengisian daya, BAW mengklaim baterai bisa terisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 16 hingga 45 menit lewat fast charging.
Dari sisi dimensi, M8 memang bukan MPV yang bisa dibilang mungil. Panjangnya mencapai 5.317 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.955 mm, dengan wheelbase sepanjang 3.200 mm. Sedangkan untuk daya angkut penumpangnya, tersedia konfigurasi 7 atau 9 penumpang.
MPV ini mengincar segmen Big MPV BEV, sehingga otomatis akan berhadapan langsung dengan pemain yang sudah lebih dulu ada seperti Denza D9 atau Maxus Mifa 9.
BAW, Pabrikan Kawakan
Jika melongok sejarahnya, BAW sudah ada sejak 1953, awalnya sebagai pabrik komponen sebelum berganti nama jadi Beijing Automobile Works pada 1958.
Selama puluhan tahun, BAW dikenal sebagai spesialis kendaraan off-road ringan dan truk, termasuk kendaraan militer, sebelum akhirnya bertransformasi jadi entitas modern pada 2001.
Sempat berganti kepemilikan beberapa kali dan kini berbasis di Qingdao, BAW membawa klaim pengalaman lebih dari 75 tahun di industri otomotif saat resmi masuk Indonesia lewat anak usaha PT BAW Automobile Trading Indonesia. (SS)
