OTODRIVER - Fluktuasi Harga BBM nonsubisidi nampaknya masih akan terus berlangsung setidaknya sampai akhir tahun 2026.
Meski begitu, pemerintah meyakinkan bahwa harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih di tingkat yang kompetitif atau lebih terjangkau dibandingkan dengan tabel harga BBM sejenis di sejumlah negara Asia Tenggara.
Seperti diungkapkan oleh Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, pekan ini (6/10/2026), seperti dikutip dari Antara.
Melalui paparan dalam acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri yang ditampilkan oleh Joko, Indonesia merupakan negara dengan BBM termurah untuk bensin RON 92 (setara pertamax), yakni Rp15.950 per liter.
Berbeda dengan Singapura dalah Rp48.514 per liter, kemudian Thailand di angka Rp21.213 per liter, dan Filipina dengan Harga Rp25.014 per liter.
Indonesia juga menjadi negara dengan harga BBM RON 95 termurah, Rp19.150 per liter.
Di Malaysia, BBM sejenis dihargai Rp19.822 per liter, kemudian di Thailand Rp21.412 per liter, di Filipina Rp25.288 per liter, hingga Singapura yang harganya Rp48.795 per liter.
Sementara itu, untuk harga BBM nonsubsidi untuk mesin diesel, Indonesia menempati posisi ketiga termurah di kawasan Asia Tenggara dengan harga Rp25.200 per liter.
Vietnam mencatatkan harga diesel termurah di kawasan Asia Tenggara, yakni senilai Rp21.038 per liter; kemudian terdapat Malaysia di posisi kedua dengan harga Rp23.988 per liter.
Harga BBM nonsubsidi masih ditahan untuk bulan Oktober
Joko Pranoto juga menyampaikan terdapat arahan agar menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax, dan Avtur untuk bulan Oktober.
“Posisi bulan ini, per Oktober itu memang ada arahan untuk harga seluruh JBU (Jenis Bahan Bakar Minyak Umum/BBM nonsubsidi) retail dan avtur itu masih kami tahan, sama dengan harga September,” ucap Joko lagi.
Joko lebih lanjut menjelaskan pergerakan harga BBM nonsubsidi pada Januari 2025 hingga awal tahun 2026 relatif landai dan berada di bawah Rp20 ribu per liter.
Akan tetapi, eskalasi konflik geopolitik pada akhir Februari 2026 menyebabkan harga BBM melonjak secara signifikan, bahkan melampaui Rp25 ribu per liter untuk BBM jenis Solar.
“Khusus yang Pertamax dan Pertamax Green pada April itu memang ada pembatasan, tidak naik. Baru kemudian di bulan Juni dinaikkan,” kata Joko.
Pertamax sempat naik menjadi Rp16.250 per liter, sebelum turun dan bertahan di level Rp15.950 per liter pada Agustus–Oktober 2026.
Sementara itu, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menyesuaikan harga dengan harga minyak dunia, sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur tentang formula harga dasar untuk perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU atau SPBN. (EW)
