OTODRIVER – Jika membandingkan Toyota Land Cruiser FJ40 dan Land Cruiser 300 tentu tidak akan apple to apple.
Namun di balik perbedaan desain, mesin dan elektroniknya, keduanya masih memiliki satu kesamaan yakni sama-sama memakai sasis tangga atau ladder frame.
Mengutip dari Toyota Global FJ40 lahir pada era ketika konsep sasis kendaraan 4x4 masih sangat sederhana. Frame berbentuk tangga menjadi tulang utama yang menahan mesin, suspensi dan bodi. Manual servis FJ40 menyebut konstruksinya terdiri dari side member dan cross member untuk meningkatkan kekakuan dan durabilitas.
Pada Land Cruiser modern tidaklah sama dengan leluhurnya itu. Kendati tetap menyandang label sebagai SUV yang durable, generasi baru ini menyadur teknologi sasis terkini di mana selain tetap kokoh juga beradaptasi dengan kebutuhan mobil modern yakni safety dan kenyamanan.
Jadi jangan bayangkan ladder frame modern sebagai dua batang baja tebal yang dibuat sekuat-kuatnya. Sekarang engineer justru menentukan bagian mana yang harus sangat kaku, bagian mana yang boleh berubah bentuk, dan bagaimana beban harus mengalir melalui struktur tersebut.
Kebutuhan Crumple Zone
Pertanyaan menariknya: kalau sasis tangga harus kuat, apakah kendaraan seperti Land Cruiser 300 juga punya crumple zone?
Toyota tidak merinci desain zona deformasi Land Cruiser 300 secara khusus, dan hanya menyebut peningkatan performa keselamatan tabrakan. Namun secara prinsip, konsep ini tetap menjadi bagian dari keselamatan kendaraan modern. Jangan membayangkan frame-nya seperti kaleng yang sengaja dibuat gampang penyok.
Crumple zone bekerja sebagai bagian dari sistem keselamatan. Struktur depan dan belakang dirancang untuk mengelola energi tabrakan, sementara area kabin dibuat jauh lebih rigid untuk mempertahankan ruang hidup penumpang.
Yang Berubah Bukan Cuma Frame
Toyota menyebut bodi Land Cruiser 300 memakai lebih banyak pelat baja berkekuatan tinggi, sementara kap mesin, atap dan panel pintu menggunakan aluminium. Tujuannya bukan sekadar mengurangi berat. Bodi harus bekerja bersama frame untuk menghasilkan kekakuan sekaligus meningkatkan keselamatan saat terjadi benturan.
Dengan semua perubahan itu, bisa dikatakan body-on-frame modern semakin mendekati karakter struktural monokok, tanpa kehilangan konstruksi frame terpisah.
Tapi keselamatan kendaraan merupakan suatu integritas dan tidak ditentukan oleh frame sendirian. Frame, bodi, pilar kabin, crumple zone, sabuk pengaman, pretensioner, airbag dan sistem keselamatan aktif bekerja sebagai satu kesatuan.
Jadi, Apakah Ladder Frame Sudah Ketinggalan Zaman?
Justru tidak. Yang berubah adalah teknologinya.
Land Cruiser 300 membuktikan bahwa konstruksi yang sudah digunakan sejak era FJ40 masih bisa dikembangkan untuk memenuhi tuntutan kendaraan modern. Bentuk dasarnya tetap yakni dua rel memanjang (side rail) + cross member. Tetapi materialnya lebih canggih, distribusi kekuatannya lebih terukur, dengan bobot yang lebih ringan.
Konsep ini pun tidak hanya dilakukan oleh Toyota. Umumnya pabrikan dunia lainnya seperti General Motors (GM) pada Chervolet Suburban, GMC Yukon ataupun Cadilac Escalade, juga Nissan pada Patrol serta brand lainnya yang melakukan konsep pendekatan yang sama. (SS)
