Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Danza Z9 GT, Mobil China Termahal dan Terkuat di Indonesia dengan Kemudi Empat Roda

Dibanderol Rp 2,25 miliar, Danza Z9 GT berpotensi menjadi mobil China termahal di Indonesia. Tiga motor listrik dengan tenaga 1.156 PS dipadukan sistem kemudi roda belakang independen untuk me
Berita
Rabu, 14 Oktober 2026 21:57 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Danza Z9 GT (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Danza Z9 GT bukan sekadar mobil listrik berdesain sport. Dengan harga Rp 2,25 miliar, model flagship merek di bawah BYD ini berpotensi menjadi mobil China termahal yang dijual resmi di Indonesia. Z9 GT diluncurkan pada 14 Oktober 2026 dengan skema impor utuh atau completely built-up (CBU).

Sebagai pembanding, Hongqi E-HS9, SUV listrik mewah asal China, pernah dipasarkan dengan harga Rp 1,888 miliar. Sementara itu, ZEEKR 009, MPV listrik premium dari Geely Group, ditawarkan dengan harga di bawah Rp 1,6 miliar saat diperkenalkan di Tanah Air. Dengan banderol tersebut, Z9 GT menempati posisi tersendiri di segmen mobil China premium di Indonesia.

Tenaga Terkuat di Indonesia?

Tenaga Z9 GT berasal dari tiga motor listrik dengan keluaran gabungan 850 kW atau setara 1.156 PS. Konfigurasinya terdiri dari satu motor di depan dan dua motor di belakang. Torsi maksimum mencapai 1.210 Nm, yang disalurkan ke empat roda melalui sistem intelligent all-wheel drive (AWD).

Performanya pun terbilang mengerikan. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya membutuhkan 2,7 detik, angka yang biasanya menjadi ranah supercar.

BACA JUGA

Dengan keluaran tenaga sebesar itu, Z9 GT berpotensi menjadi salah satu mobil China dengan tenaga terbesar di antara model yang dipasarkan resmi di Indonesia. Namun, klaim sebagai yang terkuat tetap perlu mempertimbangkan seluruh model yang tersedia di pasar, termasuk kendaraan impor terbatas.

Danza Z9 GT mewah dan bertenaga lebih dari 1.000 PS (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

Independent Rear Wheel Steering

Salah satu teknologi yang menjadi pembeda Z9 GT adalah Independent Rear Wheel Steering. Sistem ini memungkinkan roda belakang dikendalikan secara independen untuk meningkatkan kelincahan saat bermanuver sekaligus membantu menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi.

Teknologi tersebut mendukung sejumlah fungsi unik pada e³ Platform. Salah satunya Crab Walk, yang memungkinkan mobil bergerak menyerong untuk membantu keluar dari ruang parkir atau melewati area sempit.

Selain itu, ada Compass Turn 360°, yang memungkinkan mobil melakukan putaran sangat rapat melalui koordinasi kerja motor listrik dan sistem kemudi. Fitur e³ Parking Assist juga tersedia untuk membantu proses parkir.

Seluruh sistem didukung Vehicle Motion Control (VMC), yang mengoordinasikan respons kendaraan dalam hitungan milidetik. Tujuannya, menjaga kerja motor dan sistem kendali tetap selaras agar pergerakan mobil lebih presisi.

Untuk menunjang karakter grand tourer, Z9 GT dibekali suspensi udara cerdas DiSus-A. Ketinggian bodi dapat disesuaikan melalui tiga level, yakni high, normal, dan low. Pengaturan ini memungkinkan pengemudi menyesuaikan ketinggian kendaraan dengan kebutuhan berkendara.

Mengacu pada spesifikasi Danza, suspensi depan menggunakan konstruksi double wishbone, sedangkan bagian belakang memakai five-link. Kombinasi tersebut dirancang untuk mengontrol pergerakan roda dan menjaga kestabilan bodi.

Baterai juga terintegrasi dengan struktur kendaraan melalui konstruksi Cell-to-Body (CTB). Artinya, baterai tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan energi, tetapi turut menjadi bagian dari struktur kendaraan untuk meningkatkan kekakuan bodi.

Paduan teknologi ini membuat Z9 GT menarik dari sisi rekayasa. Meski begitu, kemampuan aktual handling, kenyamanan, dan kestabilannya di jalan Indonesia tetap perlu dibuktikan melalui pengujian langsung.

Danza Z9 GT (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

Blade Battery Gen II dan Flash Charging

Dari sisi penyimpanan energi, Z9 GT dibekali Blade Battery Generasi II berkapasitas 122,49 kWh berdasarkan spesifikasi versi Eropa. Baterai berjenis lithium iron phosphate (LFP) ini terintegrasi dengan struktur bodi melalui teknologi Cell-to-Body (CTB).

Untuk pengisian, BYD mengandalkan teknologi Flash Charging. Pabrikan mengklaim baterai dapat diisi dari 10 hingga 70 persen hanya dalam lima menit. Sementara itu, pengisian dari 10 hingga 97 persen diklaim tuntas dalam sembilan menit.

Kemampuan tersebut tentu bergantung pada kondisi baterai dan ketersediaan infrastruktur Flash Charging yang kompatibel. Meski demikian, teknologi ini menjadi salah satu daya tarik Z9 GT karena berupaya memangkas waktu pengisian, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Dengan kombinasi tiga motor listrik, sistem kemudi roda belakang, suspensi udara, dan pengisian ultra cepat, Z9 GT menawarkan lebih dari sekadar tenaga besar. Tantangannya kini adalah membuktikan seluruh teknologi tersebut bekerja optimal dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia. (SS)


Tags Terkait :
S
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait






Terkini

Terkini