Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mengikuti Amerika Serikat, Eropa Bakal Kenakan Tarif Khusus Mobil Listrik Tiongkok

Mobil listrik asal Cina bakal dikenakan tarif impor yang lebih tinggi.
Berita
Minggu, 16 Juni 2024 06:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo
null


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mobil listrik asal China bakal dikenakan tarif impor yang lebih tinggi. Seperti dikutip dari Kantor Berita Antara (15/6), komisi Uni Eropa (UE) mengancam akan memberlakukan tarif impor khusus pada mobil listrik asal China dan direncanakan mulai berlaku pada 4 Juli, kecuali jika tercapai kesepakatan alternatif dengan pemerintah China.

Komisi UE sendiri mengatakan bahwa hal ini guna melindungi produsen mobil listrik asal Eropa. Selain itu, Langkah ini diambil untuk menanggapi respons ‘subsidi tidak adil’ yang diberikan di China dan juga mengikuti regulasi di Amerika Serikat.

Zeekr X

Dalam skenario terburuk, tarif sebesar 38,1 persen akan dikenakan, ditambah dengan bea masuk reguler 10 persen untuk semua kendaraan dari China, sehingga total tarif bisa mencapai 48,1 persen. Produsen mobil listrik terbesar dunia, "Build Your Dreams" (BYD), akan dikenai tarif tambahan antara 17 dan 20 persen di luar tarif reguler.

Kendati demikian, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan akan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika diperlukan, terkait rencana Uni Eropa (UE) untuk memberlakukan bea masuk sementara terhadap impor kendaraan listrik (EV) dari Cina. Juru bicara Kemendag China, He Yadong, mengatakan dalam konferensi pers bahwa temuan awal UE tidak memiliki dasar faktual maupun hukum.

Menurutnya, langkah UE ini melanggar hak dan kepentingan industri mobil listrik China, mengganggu kerja sama China-Eropa di sektor kendaraan energi baru, serta merusak rantai pasokan dan industri otomotif global, termasuk di UE. (AW).


Tags Terkait :
Mobil Listrik
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

10 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Baru Dijual di Indonesia, Kakaknya Malah Sudah Rilis di China

Changan Nevo Q06 memiliki dimensi yang besar dan dijual dengan harga setara Rp 300 jutaan. Simak keunggulannya.

17 jam yang lalu


Berita
PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana

PHEV punya potensi dan keluwesan sebagai mobil yang dapat diandalkan saat terjadi bencana

1 hari yang lalu


Berita
Lebih Baik Gunakan Mobil EV Dibanding ICE Saat Ada Sebaran Abu Vulkanik, Ini Alasannya

Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi dapat menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai oleh pengguna mobil.

1 hari yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

8 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 8 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

9 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

10 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

10 jam yang lalu