Mercedes-Benz dikenal sebagai produsen mobil mewah, juga bus dan truk. Namun ada kesamaan yang diberlakukan pabrikan asal Jerman itu pada produknya, yakni aspek keselamatan.
6 tahun yang lalu
Bismania Community merayakan ulang tahun ke-12 akhir pekan lalu (8/3). Sederet kegiatan pun dilakukan. Di antaranya perayaan oleh sekitar 1.000 pecinta bus. Hingga acara di GIICOMVEC 2020.
OH 1626 memiliki mesin berkapasitas 6.374 cc. Bus berstandar Euro 3 tersebut bertenaga 260 PS laris dipesan.
Mulai tipe HDD, MHD, SHD, UHD hingga SDD. Selisih tinggi masing-masing tipe berkisar 10-15 cm
Yang menjadi perhatian, karoseri bus tersebut ternyata tak bisa memakai bodi berpintu belakang, namun harus ada di tengah. Apa sebabnya?
Mulai dari varian minibus, medium hingga big bus memakai nama Jetbus. Tentu ada makna dibalik penamaan tersebut.
Ini sejarah baru bagi kedua pihak. Karena ini merupakan kali pertama PO SAN memesan bodi dari Adi Putro dalam 30 tahun kiprah mereka di Indonesia.
Yang paling penting adalah, bodi tidak boleh merusak struktur sasis. Seperti dapat menghalangi cara kerja, atau menyulitkan saat pergantian spare part.
Infrastruktur pengisian baterai, akan ditanam pada tiap stasiun/halte Transjakarta. Sehingga saat bus berhenti, maka proses pengisian akan dilakukan.
Lalu, apakah sasis ini dapat menjadi armada bus antarkota, seperti pesaingnya Mercedes-Benz OH 1626 atau Hino RK260?
Tayo versi nyata hadir di booth Hino. Eits, ini tentu bukan bus lucu yang seperti tokoh kartun. Karena merupakan bus yang bernama resmi Trans Tangerang Ayo
Sasis ini diimpor langsung dari Swedia dan sudah teruji untuk penggunaan jangka panjang.
Meskipun absen di gelaran GIICOMVEC namun unit Volvo Bus tetap tampil dalam ajang pameran tersebut di booth Adiputro.
K250IB terbaru ini merupakan versi high deck. Sebelumnya varian tersebut sudah beroperasi di Indonesia dalam versi lower deck sebagai armada Metro Trans.
Mengangkat tema "INdonesia IN-motion" sebagai bagian perayaan 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia.