Foto Test Drive Mazda CX-5

Test Drive Mazda CX-5 (2015)

 
Kelebihan
Mesin bertenaga, konsumsi BBM, model menarik, fitur pemantau sekitar, konektivitas dan multimedia
Kekurangan
Akomodasi tak sebesar rival, harga tertinggi, belum navigasi
Kondisi Pengetesan
Waktu : 09-May-2015 10:55
Permukaan Jalan : Aspal
Cuaca : Cerah
Beban Penumpang : 68 Kg
Bahan Bakar : 50 %
Tekanan Ban Depan: 34 psi
Tekanan Ban Belakang: 34 psi
Suhu udara : 29 °C

Ketika efisiensi bahan bakar seolah menjadi hal biasa, New Mazda CX-5 kembali tampil dengan fitur keselamatan berstandar lebih tinggi di kelasnya.

Jika disebut facelift, tentu Mazda CX-5 terbaru ini memang sudah cukup pantas. Masalahnya, tampilan baru itu diiringi juga dengan berbagai fitur tambahan yang tak saja membuat lebih nyaman, tetapi juga lebih aman.

Desain utama masih mengandalkan model terdahulu, hanya wajah kali ini lebih tampak garang dengan rancanan grille yang besar dan lampu layaknya mata elang yang siap menerkam. Jika diperhatikan model Mazda lainnya, seolah menjelaskan silsilah garis keturunan yang memiliki wajah serupa. Memang, KODO design menjadi acuan baku tiap model Mazda saat ini.

Lampu mata elangnya, tak sekadar penghias belaka, karena dengan rancangan baru ini, dilengkapi fitur baru Adaptive LED Headlight, yang mampu ‘membaca’ adanya mobil dari arah berlawanan dari Forward Sensing Area di kaca depan. Seketika sinar lampu akan mengurangi penyebaran sinarnya agar tidak menyinari mobil dari arah lawan.

Sementara lampu belakang, hanya mengganti desainnya saja dengan tampilan sinar melengkung. Namun cukup terang dan sangat jelas, sehingga orang di belakang akan dengan mudah ‘berkomunikasi’ lewat lampu belakang Mazda CX-5 ini.

Fitur baru lainnya adalah Driver Attention Allert yang mampu membaca gelagat pengemudi saat sedang menyetir. Masih menggunakan sensor serupa dengan lampu, akan membaca arah mobil tiap 2 jam berkendara sejak pedal rem diangkat terakhir kalinya. Ketika arah dan kecepatan konstan berubah, maka akan ada gambar secangkir kopi yang artinya pengemudi harus istirahat. Fitur ini sudah ada di beberapa mobil kelas premium beberapa tahun lalu.

Masih memanfaatkan Forward Sensing Area, system akan menjaga agar pengemudi berada di jalur, dengan Lane keep Assist System, sensor akan membaca arah mobil dengan garis jalan. Ketika ada perubahan arah, kemudi akan sedikit bergetar dan setir pun akan bergerak sendiri mengarahkan arah kembali di jalurnya.

Mazda CX-5 memang mengedepankan keselamatan berkendara. Bantuan lain melalui Smart City Brake Support, yang membantu mengerem saat berada terlalu dekat dengan obyek di depan maupun di belakang kala parkir.

Namun sayangnya, untuk di jalanan yang kerap macet dan padat seperti Jakarta beberapa fitur ini belum tentu terpakai semua. Ketika melakukan perjalanan ke luar kota di jalan lengang barulah fitur ini bisa dioptimalkan.

Mengemudi Mazda CX-5 baru ini memang tak banyak berbeda dibandingkan pendahulunya. Dengan spesifikasi yang sama, tarikan dan konsumsi bahan bakarnya tetap sama dengan CX-5 sebelumnya.

Dengan bantuan i-Stop yang tidak akan membiarkan mesin idle terlalu lama, konsumsi bahan bakar dalam kota bisa mencapai 10,3 km/l sementara jalur tol mengonsumsi bahan bakar 15,2 km/l.

Tetapi ada yang menarik yaitu MZD Concept yang dipakai mengatur berbagai hal. Mirip dengan iDrive atau MultiMedia Interface pada Audi. Dengan memutar dan menekan tombol, semua hal bisa diatur dengan mudah sambil memperhatikan layar monitor.

Floor console menjadi tempat perangkat baru, selain MZD Concept tadi, yaitu rem parkir. Cukup dengan menarik untuk mengaktifkan rem parkir. Sementara melepaskannya tinggal menekan tombol atau ketika pedal gas ditekan.

Berada dalam kabin CX-5, cukup memberikan keleluasaan untuk lima orang dewasa. Ruang kaki dan ruang kepala lega, bahkan bagasi juga mampu menampung barang cukup banyak. Namun, bangkunya masih terasa keras, walau kesan mewah dengan balutan kulit cukup menyenangkan mata.

Ambience di kabin Mazda CX-5 tidak menyiratkan mobil asal negeri Matahari Terbit, malah lebih mirip mobil Eropa. Baik desain, pengoperasian tombol-tombolnya juga panel-panel di dalamnya.

Kesimpulan

Mazda CX-5 ini, meski disebut facelift, ternyata banyak penambahan soal fitur di dalamnya. Memang sih, tampilan paling kentara di bagian depan saja, sementara belakangnya hanya sedikit, sesuai nama facelift. Dengan adanya fitur baru ini, CX-5 pun mengungguli rival-rivalnya. Sama seperti varian lain Mazda, warna ‘Red Soul Color’ dijual lebih mahal.

Rival

Honda CR-V 2.4 Prestige CVT Rp 477,5 juta

Data Tes dan Spesifikasi Mazda CX-5 (2015)

Untuk melihat data tes kami terhadap mobil ini, silakan pilih varian yang diinginkan:

Varian Spesifikasi Harga
2.5 Grand Touring Soul Red
  • Mesin : 4 Silinder, 2488 cc
  • Transmisi : otomatis 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
  • 0-100 km/jam : 12.40 detik
Rp 495.300.000
2.0 Sport
  • Mesin : 4 Silinder, 1998 cc
  • Transmisi : otomatis 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
  • 0-100 km/jam : 9.40 detik
Rp 403.200.000

CarReview.id

    Otorider.com

      Mirip Pencarian Anda

      Renault Captur

      Renault Captur

      Crossover, merupakan persilangan genetik antara hatchback dengan SUV. Hasilnya, perawakan bodi mungil namun memiliki daya jelajah lebih, dalam format ...

      Honda BR-V

      Honda BR-V

      Mobil yang digemari oleh masyarakat Indonesia adalah tipe SUV dan MPV karena jenis mobil ini dianggap mampu segala jenis kontur jalanan di Indonesia d...