Foto Test Drive Mazda 2

Test Drive Mazda 2 (2015)

 
Kelebihan
Fun to drive, mesin efisien, fitur modern, pengendalian, performa, desain interior
Kekurangan
Akomodasi penumpang belakang, bagasi sempit, HUD tak bisa dilipat
Kondisi Pengetesan
Waktu : 26-Apr-2015 04:00
Permukaan Jalan : Aspal
Cuaca : Cerah
Beban Penumpang : 68 Kg
Bahan Bakar : 60 %
Tekanan Ban Depan: 32 psi
Tekanan Ban Belakang: 32 psi
Suhu udara : 28 °C

Belakangan ini kita disodori mobil baru yang sebenarnya tidak baru. Lihat saja Honda Jazz atau Toyota Yaris yang mesin dan teknologi yang bisa dibilang sama dari sebelumnya. Yah ada perbedaan sedikit di sana sini, tapi tidak menyentuh esensi sebagai mobil terbaru. Bahkan mesin saja sama persis. Padahal konsumen layak diapresiasi dengan inovasi teknologi.

Di sinilah Mazda seolah mengajarkan ke pabrikan besar bagaimana seharusnya mendesain mobil baru. Simpel. Ya, semuanya harus baru.
Pisah platform dengan Ford Fiesta membuat Mazda2 lebih percaya diri. Mazda pun bisa membuat mobil ini dari nol dan memasukkan teknologi SkyActiv mereka secara menyeluruh. Dalam bahasa awam, Anda bisa mendapatkan teknologi terkini Mazda yang diklaim membuat mobil makin asyik dikendarai dan efisien.

Mobil ini juga baru total dalam hal desain serta teknologi. Pilihan variannya pun cukup beragam sesuai kebutuhan Anda. Tapi satu hal aneh yang ditularkan varian Mazda lain adalah warna merah yang dibanderol lebih mahal.

Mungkin sampai beberapa model Mazda mendatang Anda harus terbiasa dengan moncong khas ini, karena tampaknya Mazda menjadikannya sebagai ciri desain. Tidak buruk, tapi desain gril ini kelihatannya lebih tepat untuk SUV. Meski begitu Mazda2 tetap menarik dipandang dari depan.

Untuk interior, fantastis. Kami kagum akan selera Mazda yang membuat mobil ini serasa premium. Untuk tipe GT, instrumennya juga mengagumkan dengan tachometer besar serta HUD. Secara singkat, desainer Mazda berhasil menunaikan tugasnya dengan baik.

Walaupun mengusung kompresi tinggi 13:1, nyatanya Mazda2 hanya menghasilkan 115 hp. Jelas bukan yang terbesar di kelasnya. Tapi karakternya sangat menyenangkan. Tingginya kompresi membuat mobil sudah berakselerasi kuat sejak putaran bawah. Akselerasi 0-100 km/jam tuntas 10,1 detik untuk varian otomatis. Angka yang cukup impresif. Sedangkan masalah pengendalian, terasa sekali kalau sasisnya memang dibuat dengan konsep fun to drive.

Tapi Mazda benar-benar unjuk gigi dalam hal efisiensi. Di rute dalam kota ia mampu mencatat 13,5 km/l lewat bantuan sistem iStop. Sedangkan di tol dengan mudah mencatat 20,3 km/l. Kalau Anda rela bersabar menyetir secara hemat, mobil ini pernah mencatat rekor di Indonesia dengan menempuh 1.044 km dengan satu tangki bahan bakar 44 liter saja.

Sayangnya mobil ini memang mudah tak terlalu praktis untuk bepergian jauh dengan keluarga. Akomodasi belakang terbatas. Laci penyimpan tertutup hanya tersedia satu buah, bahkan di kabin belakang tak tersedia penyimpanan sama sekali. Bagasi juga terbatas meski bangku belakang dapat dilipat.

Namun esensi sebuah hatchback adalah mobil yang menyenangkan. Dan Anda tak akan pernah bosan memainkan fitur di mobil ini, apalagi bila memilih versi GT. Ia sudah dilengkapi peranti multimedia berjuluk MZD Connect. Anda bisa bilang mencontek iDrive BMW, tapi kami tak peduli. Lebih baik mencontek kendaraan kelas di atasnya ketimbang tak berinovasi sama sekali. Apalagi MZD Connect ini juga mampu mengatur banyak hal.

Karena pada kenyataannya, kami melihat inspirasi Mazda memang banyak datang dari merek premium yang lantas disempurnakan. Lihat layarnya yang mirip Mercy A-Class namun dengan teknologi layar sentuh. Atau pengatur spion yang terilhami desain VW/Audi.

Di luar hal tadi, Mazda2 juga sudah memiliki iACtiv Sense yang mampu memantau keadaan sekitar. Belum lagu lampu DRL serta LED untuk lampu besar dan jauh membuatnya kian keren. Intinya, fitur dan teknologi ini membuat Mazda2 layak diberi emblem premium Eropa sekalipun.

Kami tadinya menyangka Mazda2 akan memiliki bantingan keras, berdasarkan pengalaman di model sebelumnya. Kami salah. Racikan suspensinya benar-benar dewasa. Kekerasannya pas, sehingga mampu melewati jalan bergelombang dengan cukup nyaman, sekaligus bermanuver gesit.
    
Kesimpulan
    Mazda2 bukan hanya mengganti model, tapi ia juga menetapkan standar baru di kelas ini. Ia serasa berada sekelas premium dengan harga tak berbeda dari rivalnya. Mobil ini berperforma baik, efisien, asyik dikendarai dan memiliki fitur hebat. Tapi untuk masalah akomodasi penumpang, barang serta kepraktisan ia memang bukan jawaranya. Harga versi GT dengan iActiv Sense dan HUD agak mahal, tapi tetap lebih murah dari Yaris G. Lantas varian di bawahnya berharga kompetitif dan tetap menawarkan keasyikan serupa.          

Rival
Honda Jazz RS Black Top Ltd Edition Rp 268 juta
Ford Fiesta 1.0L Ecoboost A/T Rp 269,9 juta
Toyota Yaris 1.5G A/T Rp 296,75 juta

Data Tes dan Spesifikasi Mazda 2 (2015)

Untuk melihat data tes kami terhadap mobil ini, silakan pilih varian yang diinginkan:

Varian Spesifikasi Harga
V M/T
  • Mesin : 4 Silinder, 1496 cc
  • Transmisi : otomatis 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
Rp 223.100.000
R M/T
  • Mesin : 4 Silinder, 1496 cc
  • Transmisi : manual 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
  • 0-100 km/jam : 9.80 detik
Rp 244.200.000
R A/T
  • Mesin : 4 Silinder, 1496 cc
  • Transmisi : otomatis 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
  • 0-100 km/jam : 10.10 detik
Rp 254.200.000
V A/T
  • Mesin : 4 Silinder, 1496 cc
  • Transmisi : otomatis 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
  • 0-100 km/jam : 10.10 detik
Rp 233.100.000
GT A/T
  • Mesin : 4 Silinder, 1496 cc
  • Transmisi : otomatis 6 speed
  • Penggerak : Front Wheel Drive
  • 0-100 km/jam : 10.10 detik
Rp 277.800.000

CarReview.id

    Otorider.com

      Mirip Pencarian Anda

      Hyundai Grand i10

      Hyundai Grand i10

      Awal tahun 2000 Hyundai meluncurkan i10, city car mungil dengan ruang terbatas, cocok untuk wara-wiri di dalam kota dengan konsumsi bahan bakar irit. ...

      Daihatsu Sirion

      Daihatsu Sirion

      Mobil kecil untuk perkotaan tanpa buntut atau biasa disebut hatchback merebak mulai tahun 1980an, hingga kini semakin banyak pilihan merek yang dapat ...