Umur Transmisi Otomatik Bisa Lebih Pendek Karena 3 Hal ini

Umur Transmisi Otomatik Bisa Lebih Pendek Karena 3 Hal ini

Transmisi otomatik kini menjadi salah satu pilihan favorit bagi para pengguna mobil. Hal ini disebabkan oleh kepadatan jalan-jalan di kota-kota besar di Indonesia yang tentunya akan membuat kaki pegal jika harus menekan pedal kopling terus-terusan.

Jenis transmisi tanpa pedal kopling ini pun dinilai memberikan kepraktisan bagi sang pengemudi. Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan umur transmisi otomatik lebih pendek. Apa saja kondisi yang memperpendek usia transmisi matic? Simak ringkasannya berikut ini yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

 

1. Kemacetan merupakan kondisi yang memangkas secara signifikan usia pakai ATF alias Automatic Transmission Fluid. Walau tidak produktif dalam menghasilkan tambahan jarak tempuh, namun tetap saja terdapat perputaran pada unit torque converter di transmisi matik

2. Kondisi dan kontur jalanan. Semakin banyak naik-turun maka transmisi semakin bekerja dengan keras sehingga berpengaruh pada kualitas oli transmisi. 

3. Menahan gigi pada posisi D saat macet akan memperpendek usia ATF sekaligus usia pakai plat kopling.

“Karena umur pakai, maka oli transmisi matik harus diganti secara rutin. Ada hitungan untuk melakukan penggantian oli tersebut,” ujar Shofwatuzzaki selaku Shell B2C Lubricants Technical Manager Indonesia yang kami wawancara di Jakarta (20/03).

Pria yang akrab disapa Zaki ini juga menjelaskan bahwa ada baiknya jika pelumas transmisi matik diganti lebih cepat dibandingkan jarak yang dianjurkan jika kerap mendapati 3 kondisi di atas.

“Untuk amannya maka disarankan sebaiknya untuk mengganti oli transmisi di bawah jarak tempuh yang disarankan oleh pabrikan, semisal melakukan penggantian 5 ribu kilometer lebih awal dari jadwal semestinya,” tambahnya.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com