TIPS: Merawat Mesin Turbo Agar Lebih Awet

TIPS: Merawat Mesin Turbo Agar Lebih Awet

Seiring perkembangan teknologi, banyak mobil bermesin bensin dengan tambahan perangkat turbocharger. Di antaranya BMW, Mercedes-Benz, Audi, Volkswagen, dan beberapa merek Jepang. 

Sayangnya, masih banyak pemilik mobil bermesin turbo yang awam tentang mesin tersebut. Berbagai kecemasan pun timbul, seperti kekhawatiran boros bahan bakar, hingga kesulitan dalam merawatnya.

Forceinduction dengan turbocharger sebenarnya mampu membuat pemakaian bahan bakar lebih optimal, dengan memanfaatkan gas buang untuk memberikan tambahan udara bertekanan ke dalam ruang bakar, sehingga pembakarannya lebih baik. Alhasil hanya dibutuhkan kapasitas mesin lebih kecil untuk mendapatkan tenaga serupa.

 

 

Soal perawatan turbo, semestinya tak perlu dikhawatirkan lagi. Mesin berturbo saat ini sudah canggih, dengan bahan dan konstruksi yang mampu bekerja dalam waktu lebih panjang dari sebelumnya. Sistem pelumasan dan pendinginan di mesin pun saat ini sudah baik.

Belum lagi teknologi dari pelumasnya pun sudah mengalami perkembangan jauh lebih canggih dibandingkan beberapa waktu lalu. Tak heran, kalau sekarang turbo timer tidak diperlukan lagi.

Arkadia Ptajatma selaku Kepala Bengkel AHT Garage di BSD, Banten akan memberikan tips untuk kita. “Sebenarnya sistem kerja mesin dengan turbo sekarang sudah lebih canggih, sehingga mampu menjaga kerja turbo tetap aman di setiap pengendaraan,” ungkapnya. Ia pun memberikan beberapa tips agar turbo bisa berumur panjang :

  1. Perhatikan kualitas dan jumlah oli mesin secara periodik. Pastikan oli mesin ada pada batas maksimal. Jika oli mesin kurang, suplai oli ke turbo otomatis juga kurang. Hal tersebut dapat memperpendek umur turbo.
  2. Ganti oli mesin dengan tipe dan interval sesuai rekomendasi pabrikan. Pastikan servis mobil sesuai waktu yang telah ditentukan, agar oli tetap dalam kondisi baik.  Gunakan  oli mesin yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Biasanya dealer resmi telah menyediakan oli yang paling tepat. Rata-rata oli tersebut mempunyai spesifikasi SAE 5W-40 API SM fully synthetic.
  3. Hindari pemakaian mesin dengan putaran tinggi saat suhu mesin di bawah normal. Pastikan mesin mencapai suhu kerja mesin normal dengan cara mengendarai mobil secara pelan. Jangan langsung melajukan mobil Anda dengan putaran mesin tinggi agar umur turbo lebih awet.
  4. Perhatikan indikator lampu enginecheck di panel instrumen. Bila lampu peringatan engine check menyala, segeralah  membawanya ke bengkel resmi. Bisa terjadi beberapa kemungkinan bila lampu peringatan tersebut menyala. Salah satunya karena mesin kekurangan oli yang dapat merusak turbo.

Berapa biaya yang dibutuhkan jika turbo rusak? Jika unit turbo rusak, kocek yang dikeluarkan cukup besar, sekitar Rp 30 jutaan, tergantung tipe turbin masing-masing mobil. Tetapi biaya besar ini tak perlu keluar jika kondisi turbo baik dan terawat. 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com