TIPS: Cuci Mobil, Perhatikan Kadar pH Sabun

TIPS: Cuci Mobil, Perhatikan Kadar pH Sabun

Jika Anda menginginkan kualitas cat mobil tetap terjaga dalam jangka waktu lama, maka mencuci mobil tidak bisa sembarangan. Kita harus juga memperhatikan kadar keasaman alias pH dari sabun yang digunakan, tergantu warna mobil kita. Setidaknya begitu menurut ahlinya.

Ada tiga klasifikasi warna mobil yang umum di Indonesia menurut para detailer yaitu, solid, metalik dan pearl.  Warna-warna pastel berkarakter solid pun mulai di sukai. Bahkan pabrikan mobil pun berani formula-formula khusus yang membuat warna-warna kendaraan menjadi sangat menarik dan sedap dipandang.

“Warna mobil berkarakter solid seperti hitam, merah, kuning, biru, hijau, coklat, adalah salah satu perkembangan cat yang sebaiknya lebih perlu diperhatikan, karena goresan di atas warna ini terlihat lebih kontras,“ ujar Luthfi Arsya dari The Eco Boutique di bilangan Terogong Jakarta Selatan.

 

Istimewa

Warna solid lebih cepat terlihat kotor dan mudah terlihat goresan-goresan. Goresan ini semakin kontras disaat terkena sinar, semakin jelas dan membuat terlihat sangat kusam. Sumber utamanya adalah partikel-partikel debu tipis yang terperangkap diantara lap dan bodi mobil saat mencuci. Inilah mengapa Luthfi menyampaikan  harus dirawat secara khusus.

Sedangkan perawatan warna metalik lebih mudah, karena campuran logam pada cat metalik sangat kuat sehingga goresan pada lapisan cat tidak terlalu menonjol. Dari jajaran warna metalik, warna silver dan gold adalah warna yang paling mudah dirawat. “Partikel logamnya banyak, sehingga baret pada kedua warna ini sangat tersamar. Tapi untuk perbaikannya bengkel cat cukup sulit untuk menyesuaikan warnanya,” ucap Ivan Ariesta dari bengkel cat Ivan Otoworks.

Untuk karakter pearl memiliki unsur logam yang lebih rendah dibanding warna metalik. Apabila tergores, lukanya memang akan terlihat jelas. Tetapi saat di bawah sinar matahari, lukanya itu malah tidak terlihat.

“Selama cat solid, metalik dan pearl sistem pengecatannya menggunakan clear coat atau pernis bisa dibilang masih sama saja cara merawatnya, kecuali seperti cat-cat jaman dahulu yang tidak menggunakan pernis” ungkap Guntar Wicaksono dari Meguiar’s, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Apabila sudah telanjur timbul swirl mark atau baret-baret halus ini, poles detailing adalah satu-satunya jalan untuk menghilangkannya.

Selain itu, kesalahan penggunaan sabun mobil juga menjadi salah satu penyebab timbulnya swirl mark karena kandungan nilai pH di bawah 7 berarti kadar keasamannya tinggi, sementara 8-14 kandungan alkalinya banyak. Sama seperti kulit manusia, semakin banyak cat terkena busa sabun semakin cepat kusam dan kering. Keadaan ini gampang membuat cat mobil timbul baret karena kesat saat di lap.

Cara menjaga cat dari baret halus sangat simpel, tidak ada hal-hal spesifik yang harus dilakukan oleh konsumen.

  1. Membersihkan bodi mobil yang berdebu pertama kali dengan air bersih hingga benar-benar tak ada debu yang tertinggal.
  2. Gunakan sabun cuci khusus yang memiliki tingkat pH mendekati 7 (pH balance).  
  3. Penggunaan wax ataupun quick detailer dari merek-merek berkualitas. Waxing yang benar memberikan efek yang menempel pada lapisan pernis mobil, sebagai perlindungan untuk mencegah kotoran dari luar. Biasanya wax ini punya bahan khusus dengan efek seperti daun talas. Sehingga kotoran tak mudah menempel di cat.
  4. Jangan biarkan kotoran terlalu lama menempel di cat, karena akan makin sulit di bersihkan. Mobil yang sudah di wax dengan benar akan sangat mudah di bersihkan. Jangan menggosok bodi sembari ditekan, cukup seka dengan air atau shampo mobil saja.     
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com