Permukaan Jalan Rusak Utamanya Bukan Karena Truk Overload, Tapi...

Permukaan Jalan Rusak Utamanya Bukan Karena Truk Overload, Tapi...

Kerusakan kontur jalan raya memang kerap ditemui di Indonesia. Beberapa faktor pun dituding menjadi penyebab rusaknya jalanan.

Lantas, benarkah penyebab utama kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan niaga seperti truk yang kelebihan muatan? Kyatmaja Lookman selaku Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengungkapkan bahwa truk kelebihan muatan adalah salah satu faktor penyebab rusaknya kontur jalan, tetapi bukanlah penyebab utamanya.

 

“Jadi argumentasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selalu mengatakan truk yang overload itu eksponensial. Tapi mereka buka data juga. Kerusakan jalan terbesar yang disebabkan oleh truk kelebihan muatan itu hanya 30 persen-an. Sisanya itu disebabkan oleh konstruksi dan drainase,” pungkas Kyatmaja ketika ditemui di helatan GIICOMVEC 2018 (2/2).

Sambungnya, jalanan rusak jarang ditemui pada saat musim kemarau tapi sering ditemui pada saat musim penghujan.

“Waktu itu kita juga pernah mengikuti rapat Asian Truck Federation. Saat itu, teman-teman dari Jawa Tengah mengatakan bahwa jalanan rusak ketika musim hujan tetapi ketika musim kemarau jalanan tidak rusak. Nah itu berarti kan drainase,” ujarnya.

Kyatmaja tutut menambahkan, drainase memegang peranan penting terhadap konstruksi jalanan. Jika drainase buruk, maka air tidak akan mengalir di jalanan tersebut dan mengakibatkan jalan rusak.

“Drainase itu memegang peranan utama. Misalkan hujan, jalanan pasti bolong-bolong. Itu karena airnya tidak mengalir dengan baik. Jadi kami bukanlah penyebab utama kerusakan jalanan,” tutup Kyat.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com