Penjualan Hyundai dan Kia 2017 Merosot Gara-Gara Hal Ini

Penjualan Hyundai dan Kia 2017 Merosot Gara-Gara Hal Ini

Tahun lalu sepertinya menjadi tahun yang kurang bersinar bagi perusahaan mobil asal Korea Selatan. Pasalnya penjualan mobil Hyundai dan Kia harus turun 7 persen dibanding periode yang sama di 2016 atau hanya 7,25 juta unit. Melemahnya pasar di wilayah utama seperti Amerika bagian utara dan Tiongkok dianggap menjadi penyebabnya.

Mengutip dari Reuters, pada awal 2017 lalu, pemerintah Tiongkok dan Korea Selatan sempat mengalami ketegangan, lantaran dipasangnya sistem pertahanan rudal Amerika Serikat, Terminal High-Altitude Area Defense System (THAAD) di Korea Selatan. Ini yang menyebabkan penjualan Hyundai di negeri Tirai Bambu itu cenderung merosot.

 

"Pasar diperkirakan akan sulit, karena perlambatan pasar utama seperti AS dan China, pertumbuhan ekonomi global dan proteksionisme perdagangan yang berkepanjangan di negara-negara besar," ujar Hyundai Motor dalam pernyataan resminya kepada Reuters.

Di Indonesia, keduanya juga mengalami hal yang kurang lebih serupa. Dua pemain dari negeri Ginseng ini mengalami kemerosotan penjualan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), gabungan penjualan Hyundai dan Kia turun 19,28 persen atau hanya 2.010 unit (Januari-November)

Penjualan gabungan di 2018 kemungkinan penjualan Hyundai dan Kia secara global akan tumbuh hanya 4 persen saja, atau menjadi 7,55 juta unit. Target tersebut berdasarkan adanya pertimbangan dari pemulihan yang lambat akibat kemerosotan model SUV di Amerika Serikat dan ketegangan diplomatik dengan Tiongkok.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com