Kenapa Mengemudi Harus Disebut 100% Full Time Job?

Kenapa Mengemudi Harus Disebut 100% Full Time Job?

Mengemudi sebuah mobil merupakan kegiatan yang bisa dibilang bukan main-main. Sebab, ketika mobil sudah melaju di jalan raya, banyak sekali hal yang bisa menjadi potensi malapetaka. 

Maka dari itu, dalam Safety and Defensive Driving Program pada Selasa (9/5) kemarin, para narasumber sepakat menyerukan bahwa mengemudi merupakan 100% fulltime job, tak boleh ada kegiatan lain yang dilakukan pengemudi.

 

Rifat Sungkar selaku Duta Keselamatan Transportasi Darat Kementrian Perhubungan yang jadi salah satu narasmber di acara yang digelar di ICE BSD, Banten itu menyebut betapa bahayanya jika nyetir sambil berponsel. 

Rifat menyebut ketika mata tertuju pada layar smartphone, katakanlah hanya 5 detik - artinya selama 5 detik tersebut mobil melaju tanpa perhatian pengemudinya. Padahal selama 5 detik saja berbagai potensi bahaya bisa muncul dan mengakibatkan kecelakaan.

Bahkan penggunaan GPS pun juga disebut berpotensi menimbulkan kecelakaan. "Jangan terus-terusan lihat layar GPS untuk mengetahui jalan, fokus utama tetap harus ke arah depan dan jalanan," ujar Rifat.

Keempat narasumber yang terdiri dari Rifat, Fitra Eri, Alinka Hardianti dan Hieronimus Girindra juga menyarankan agar selalu berkonsentrasi penuh pada saat mengemudi. Sebab, jika kurang konsentrasi akan sulit mengidentifikasi bahaya di luar mobil.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com