FIRST DRIVE: Wuling Confero S 1.5L

FIRST DRIVE: Wuling Confero S 1.5L

Kehadiran Wuling yang menceburkan diri ke segmen LMPV cukup membuat heboh Indonesia setahun belakangan. Tak main-main modalnya dalam menghadirkan sebuah produk LMPV, pembangunan pabrik sampai penyebaran dealer pun dilakoninya. Dan akhirnya kami sudah menjajal produk perdana yang lahir dari pabrik Wuling Cikarang, Jawa Barat.

Dan akhirnya kami pun telah mendapat kesempatan menjajal Confero, satu-satunya produk Wuling yang resmi meluncur pada tahun ini. Bahkan kami mendapat kesempatan menjajalnya sebelum Confero resmi dirilis.  

 

 

Wuling memang sejak awal memperkenalkan MPV-nya ini ingin menyasar pasar MPV yang saat ini dikuasai Avanza-Xenia di Indonesia. Jadi Anda bisa lihat Wuling bahwa Wuling memang membuat mobil ini sebagai MPV sejati dengan desain memanjang dan lebar khas mobil pengangkut tujuh penumpang.

Kami juga sudah pernah membuat video First Impression mobil ini saat diperkenalkan di GIIAS 2016 dan Anda bisa menontonnya di channel Youtube OtoDriver atau klik LINK INI. Tapi tampilan Wuling kini berubah jadi lebih manis. Di negara asalnya mobil ini baru saja melakukan facelift dan langsung diadopsi untuk pasar Indonesia.

Sejak menjajal Confero di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta, sesjujurnya membuat kami sudah berkesan. Terutama pada sisi interior di Confero tipe tertinggi, terbilang sangat 'wah' untuk sebuah LMPV. Wuling menerapkan material empuk pada bagian doortrim dan jok berbahan kulit juga melapisi ketiga baris joknya.

 

Untuk posisi mengemudi, jok bagian pengemudi ini tidak bisa diatur posisi ketinggiannya sehingga Anda tidak dapatkan posisi kenyamanan yang maksimal. Selain itu sistem pengaturan kemudinya hanya ada tilt steering. Namun yang paling berkesan adalah jok baris kedua yang bermodel captain seat. Dengan lebar bodi yang mencapai 1.691 mm menjadikan kami saat jadi penumpang cukup puas. 

Belum lagi kai dimanjakan dengan colokan USB. Tapi sayangnya hanya ada satu, maka jika dua penumpang baris kedua juga butuh isi daya gadget, Anda harus menyiapkan adaptor multi USB. Walau menyodorkan kemewahan dan kenyaman tempat duduk, tapi cukup keliru jika Anda memilih Confero tipe tertinggi ini. Sebab, tak seperti Avanza dan kawan-kawan, captain seat hanya mampu mengakomodir dua penumpang saja.

 

 

Satu yang juga tak dimiliki kompetitornya adalah fitur Tire Pressure Monitoring System, walau terbilang sepele namun cukup penting untuk memastikan tekanan angin di keempat ban dalam kondisi ideal. Ini demi konsumsi bahan bakar yang optimal.

Unit yang kami tes ini adalah Confero S yang dipersenjatai mesin 1.500 cc empat silinder P-TEC DVVT, tenaganya 107 dk dengan torsi 142 Nm. Daya tersebut disalurkan ke roda belakang alias Rear Wheel Drive. Keuntungannya pun kami rasakan ketika melahap tanjakan. 

 


 

 

Mesin ini terasa halus dan tidak memiliki getaran yang mengganggu. Memang, tendangan tenaganya tergolong biasa saja, bisa jadi karena beban dari bobot keseluruhannya yang cukup gambot. Pada saat mengemudi Confero di Pantai Mutiara kami juga mengangkut 3 penumpang dan kami dapat kesempatan memeras tenaganya mobil ini lagi di Denpasar, Bali, tapi lagi-lagi dengan muatan rekan 4 orang awak media nasional.

Melahap jalanan Denpasar yang cenderung lancar cukup menyenangkan, apalagi kopling dan gas-nya cukup empuk. Tapi justru dari situ kami harus pandai-pandai "gantung kopling" agar akselerasi LMPV dengan rem cakram belakang ini bisa melesat. 

 

Sudut pandang dari bagian pengemudi yang memiliki posisi yang tinggi memang terasa mudah untuk mengontrol seluruh bagian mobil MPV ini. Namun ada hal yang sedikit mengganggu yaitu adalah sistem kemudinya yang terasa sangat ringan sehingga terasa melayang saat kami mengetesnya hingga 80 km/jam. Tapi justru sangat memudahkan pengedalian ketika manuver putar balik dan sejenisnya.

Satu hal yang jadi catatan kami, Confero punya bantingan suspensi yang kurang dewasa ketika dipacu di lintasan gravel nan bergelombang di daerah pantai Serangan, Bali. Dimensinya yang gambot harus kami katakan kurang pas dengan karakter suspensinya, setidaknya hindari ngebut di jalanan tak rata dengan mobil ini.

Tapi ketika sudah kembali ke jalanan aspal mulus, suspensi bekerja cukup baik. Kestabilan dan ayunan suspensi mobil merek China ini cukup untuk menina-bobo-kan para penumpang. 

 

 

Nilai positif juga didapat soal peredaman kabinnya, raungan suara mesin dan juga suara angin serta suara yang berasal dari roda tidak terlalu tembus ke dalam kabin. Tapi lagi-lagi ini karena masih dicoba dalam jarak yang sangat pendek dan hanya mampu mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Decak kagum harus kami akui setelah menjajal pendatang baru ini baik di Jakarta maupun di Bali. Ya, apalagi kalau bukan karena harganya yang tergolong murah jika dibandingkan dengan seteru LMPV lainnya. Dengan modal kurang Rp 200 juta, Anda sudah bisa merasakan kabin yang cukup 'wah'. Tapi, memilih Confero maka Anda harus melupakan kemudahan berpindah gigi, sebab Confero tak ada tipe transmisi otomatik-nya.

 

KELEBIHAN

1. Kabin sangat lega dan cukup nyaman

2. Fitur keselamatan tergolong lengkap

3. Kopling dan gas halus saat diinjak

 

KEKURANGAN

- Tarikan awal kurang responsif

- Citra mobil 'Cina' yang masih melekat 

- Kemudi terlalu ringan

 

Spesifikasi

Wuling Confero S 2017

Kapasitas mesin: 1.500 cc 4 silinder

Tenaga maksimum: 107 dk / 5.800 rpm

Torsi maksimum: 142 Nm /  4.400 rpm

Penggerak: Rear Wheel Drive

Transmisi: Manual 5 percepatan

 

Foto tambahan:

 

 

 

 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com