FIRST DRIVE: VW Polo 1.2 TSI

FIRST DRIVE: VW Polo 1.2 TSI

Industri otomotif di Eropa memang sudah berumur lebih tua dibandingkan benua lain. Oleh sebab itu Eropa kerap dijadikan tolok ukur dalam hal teknologi, desain, keamanan maupun kenyamanan. Tapi biasanya harga mobil Eropa memang mahal.

Lantas bagaimana jika ia dilempar ke pasar dengan harga setara rivalnya dari Jepang? Akankah ia masih superior? Kami pun mengendarai langsung unit VW Polo 1.2 TSI yang bertarung head-to-head dengan Honda Jazz, Toyota Yaris dan Mazda2. Di pasar ia dibanderol hanya Rp 259 juta, membuatnya jadi mobil Jerman paling terjangkau.

Tadinya Polo generasi terbaru ini hanya dijual dalam varian 1.4 bermesin 1.400 cc normally aspirated dengan tenaga tak sampai 90 dk. Varian itu dinilai bertenaga lemah sehingga tak menggugah untuk dikemudikan. Kemudian di GIIAS 2015 lalu VW mengganti varian 1.4 dengan 1.2 TSI. Walau berkapasitas hanya 1.200 cc, varian ini disokong turbo hingga menghasilkan tenaga 105 dk serta torsi 175 Nm yang merupakan torsi terbesar di kelasnya.

 

Tampilan belakang simpel dengan spoiler masih hitam. Sudah dilengkapi fog lamp belakang

 

Dari luar tak ada yang berubah. Sosok Polo tetap terlihat ganteng dan rapi. Kami tak bisa menyalahkan Anda yang sering keliru menyebut Polo ini sebagai Golf atau sebaliknya. Karena gurat desainnya mirip, padahal Golf berharga hingga Rp 500 juta. Jadi sah saja bila ia dibilang sebagai Golf versi mini.

Tidak ada teknologi terlalu mutakhir di luar. Lampu masih menggunakan halogen biasa, bahkan DRL juga belum tersedia. Namun setidaknya struktur bodi yang digunakan kokoh hingga ia mendapat bintang 5 dalam tes tabrak Euro NCAP.

Di belakang, emblem ‘1.4’ kini diganti ‘TSI’. Seperti biasa, bagasi dibuka memakai logo VW yang bisa dioperasikan sebagai tuas. Sementara layaknya mobil Eropa, lampu kabut belakang juga sudah hadir sebagai standar.

 

Desain dasbor dan tombolnya mirip Golf Mk6, namun dengan material plastik keras

 

Masuk ke dalam, Anda akan disapa oleh model dasbor yang mirip Golf Mk6. Desainnya rapi dan berkelas, dengan semua tombol diletakkan secara logis dan dalam jangkauan.
Tapi mungkin untuk mengejar harga terjangkau, materialnya plastik keras semua. Ketika diketuk akan terasa murah. Untungnya di kelas ini, rivalnya macam Honda Jazz, Toyota Yaris atau Mazda2 juga menggunakan material serupa. Sehingga kami tidak bisa komplain terlalu banyak akan hal ini.

AC sendiri menggunakan climate control digital. Pemakaiannya sangat mudah karena tetap dilengkapi dua buah kenop bulat. Sementara tombol-tombol di bawahnya terlihat berkelas bagai mobil premium.

Paling menarik di interior adalah setirnya yang semodel dengan Golf Mk7. Bukan hanya cantik dipandang dan enak digenggam, ia juga memiliki model flat bottom. Model ini memiliki keuntungan melegakan ruang di paha serta terlihat sporty. Tombol audio dan MID juga terpasang rapi di lingkar kemudinya.

 

Posisi mengemudinya sangat ergonomis dengan penyetelan jok dan setir fleksibel

 

Posisi mengemudi di Polo terasa lebih ergonomis dari seluruh rivalnya. Ini disebabkan pengaturan kursi bisa naik turun serta pengaturan setir teleskopik. Kedua penyetelan itu juga memiliki range yang fleksibel. Anda bisa duduk rendah atau tinggi sesuai kemauan.

Visibilitasnya baik untuk ke depan maupun ke belakang. Boleh dibilang, sangat mudah mengendarai mobil ini. Dimensi kompaknya juga membantu Anda meliuk di kepadatan lalu-lintas.
Hal positif berikutnya adalah pengendalian. Terasa sekali kalau mobil ini memiliki rekayasa teknik maju. Meski bantingannya tetap lebih empuk dari Golf Mk7, meski tetap lebih keras dari Golf Mk6, mobil ini berubah arah sangat presisi. Apalagi dibantu oleh kontrol kestabilan yang menjaga traksi di berbagai kondisi.

Melaju hingga di atas 100 km/jam tak akan membuat Polo goyah. Dimensi boleh kecil namun kemantapannya di kecepatan tinggi merupakan yang terbaik di kelasnya. Anda akan merasa percaya diri berkat karakter bantingan suspensi dan kestabilannya.

 

Mesin mungil ini memberi akselerasi kuat dan konsumsi BBM impresif. Unit ini juga dipakai Golf

 

Nah, sekarang pertanyaan yang paling mendasar. Seberapa baik mesin mungil di mobil ini? Seperti kita tahu, ia hanya berkapasitas 1.197 cc dan dilengkapi turbo. Tenaganya yang 105 dk juga kalah dari rival Jepangnya, meski torsi 175 Nm merupakan 
Yang terbesar.

Saat mengendarainya ke Bandung, mesin ini tak kesulitan sama sekali melibas tanjakan cukup curam di tol Cipularang. Ia terasa jauh lebih responsif ketimbang rivalnya dari Jepang. Memang ada sedikit waktu dibutuhkan sebelum turbonya bekerja penuh (turbo lag), tapi setelah itu akselerasinya sangat positif.

Meski ini baru tes jarak pendek, kami coba mengetes akselerasinya. Kondisi memang tidak ideal, dilakukan di siang hari dan ditumpangi 2 orang. Tapi ternyata ia sanggup menembus 0-100 km/jam dalam 10,2 detik! Ini artinya tak kalah dibanding Honda Jazz, Toyota Yaris atau Mazda2.

Bila tes dilakukan di malam hari dengan penumpang 1 orang seperti standar kami, hasilnya pasti lebih baik, bahkan mungkin di bawah 10 detik.
Secara umum, kami merasa torsi besarnya banyak memainkan peranan. Sehingga walaupun tenaga maksimal kalah sedikit dibanding lawannya, Polo tetap terasa sangat bertenaga.

 

Transmisi DSG 7-speed memiliki transfer tenaga sigap dan halus. Di kemacetan juga sekarang lebih lembut

 

Satu penyebab lainnya adalah penggunaan transmisi DSG 7-speed kopling ganda. Transmisi ini memindahkan gigi secepat kilat dan sangat halus. Di kemacetan pun, kelihatannya transmisi ini telah diprogram sangat baik oleh VW sehingga halus. Tak gugup seperti terjadi di Polo 1.4 atau Golf TSI Mk6.

Sayangnya ia belum dilengkapi oleh paddle shift. Jadi jika ingin memindahkan gigi secara manual harus melalui tuas transmisi di konsol. Bukan masalah krusial, tapi beberapa rival lain telah memiliki paddle shift yang menambah asyik saat mengemudi agresif.

Transmisi ini juga dilengkapi dengan mode Sport yang sangat terasa perbedaannya. Saat diaktifkan, posisi gigi ditahan lebih rendah sehingga mesin berputar lebih tinggi dan lebih siap mengeluarkan tenaga. Begitu pula saat mengerem ia akan lebih agresif menurunkan gigi.

Di lain sisi, transmisi ini memang tanpa slip bagai manual. Alhasil penyaluran daya lebih efisien. Dipadu rasio gigi yang memungkinkan mesin berputar hanya 2.000 rpm di 100 km/jam. Ini membuat konsumsi BBM di tolnya berada pada kisaran 20 km/l. Sementara di dalam kota ia mudah saja menembus 13 km/l. Meski begitu, dalam soal jenis BBM ia mensyaratkan oktan 95. Berbeda dengan rival lainnya yang cuma mensyaratkan oktan 91.

 

Ruang belakang Polo sangat terbatas. Tetap bisa mengakomodir dewasa tapi bukan untuk jarak jauh

 

Secara umum, duduk di depan memberikan pengalaman menyenangkan, dan mobil ini memang paling asyik dikemudikan dibanding pesaingnya. Satu mobil yang paling mendekati adalah Mazda2, tapi posisi mengemudi dan akselerasinya belum mengalahkan Polo. Di lain sisi, pengalaman duduk di belakang agak berbeda ceritanya.

Ruang kaki dan kepala yang ditawarkan Polo tak jauh berbeda dibanding Mazda2, alias sempit. Duduk di belakang Polo dan segera berpindah Yaris atau Jazz, maka duo Jepang itu akan terasa seperti limusin.

Selain itu juga tak banyak kepraktisan yang diberikan mobil ini. Bagasinya juga terbatas. Jok belakang memang bisa melipat seperti normalnya hatchback, tapi tak akan ada banyak tempat untuk menyimpan barang bawaan. Laci penyimpanan tertutup hanya ada 1 dan cup holder pun hanya 4. Tempat penyimpanan terbuka memang ada 8 tapi ukurannya sangat kecil semua.

Artinya jelas, cara terbaik menikmati Polo ada di kabin depan. Sedangkan kabin belakang memang masih bisa mengakomodir orang dewasa meski bukan untuk perjalanan jarak jauh.

 

Audio terintegrasinya belum layar sentuh, tapi bisa memutar beragam jenis media digital

 

Sistem hiburan yang digunakan Polo bersistem terintegrasi. Meski belum touch screen dan resolusinya rendah, bentuknya rapi dan berkelas. Tersedia pula slot USB, SD Card dan AUX di interface-nya. Selain itu ia sudah memiliki fasilitas koneksi Bluetooth untuk telepon dan musik.

Kualitas suara yang dihasilkan cukup baik meski speaker yang digunakan memang tak sekuat yang ada di Golf atau varian VW lainnya. Cukup bagus detailnya walau tak akan memuaskan kuping emas penikmat audio.

 

 

KESIMPULAN
Dengan harga Rp 259 juta, Polo memberikan kesenangan berkendara, kestabilan, keamanan serta salah satu desain terbaik di kelasnya. Material interiornya memang bukan kelas premium, tapi Anda akan merasakan keunggulan rekayasa teknik Jerman. Akselerasinya menawan, begitu pula konsumsi BBM yang dihasilkannya. 

Bila Anda membutuhkan compact hatchback untuk mengakomodir keluarga atau perjalanan jauh, maka rivalnya seperti Honda Jazz atau Toyota Yaris akan memberi lebih banyak manfaat. Penggila fitur juga akan mendapati seleranya mengarah ke Mazda2. Tapi bila lebih sering digunakan sendiri, Polo akan memberi kesenangan berkendara khas Jerman.

 

 

KELEBIHAN:
•    Performa kuat
•    Konsumsi BBM
•    Posisi mengemudi
•    Pengaturan jok dan setir fleksibel
•    Konektivitas Bluetooth
•    Pengendalian

 

KELEMAHAN:
•    Harus oktan 95
•    Material interior
•    Ruang belakang sempit
•    Kepraktisan

 

 

SPESIFIKASI


VW Polo 1.2 TSI
Harga:
Rp 259 juta
Kapasitas Mesin: 1.197 cc 
Jumlah Silinder: 4
Tenaga maksimum: 105 dk/5.000 rpm
Torsi maksimum: 175 Nm/1.550-4.100 rpm
0-100 km/jam: 10,2 detik     
Transmisi: Otomatik 7-Speed
Penggerak: Front Wheel Drive

 

 

Beberapa foto tambahan:

 

Mesin turbo di balik kapnya memang bertenaga namun menuntut oktan minimal 95.

 

Saat top gear, di 100 km/jam mesin hanya berputar 2.000 rpm, membuatnya amat irit

 

Seperti VW Golf, membuka bagasi cukup gunakan logo yang juga berfungsi sebagai tuas

 

Setir sporty dengan bagian bawah rata enak digenggam dan cantik dilihat

 

Baik di kecepatan rendah maupun tinggi, Polo memiliki pengendalian serta kestabilan impresif

 

Lampu belum menggunakan fitur Auto, jenisnya juga masih halogen biasa

 

AC digitalnya memiliki tampilan premium dengan tombol rapi dan terasa enak saat ditekan
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com