FIRST DRIVE : Uji Ketangguhan Toyota All New Fortuner Di Gunung Merapi

FIRST DRIVE : Uji Ketangguhan Toyota All New Fortuner Di Gunung Merapi

OtoDriver.com / Yogyakarta. Setelah rute city tour yang melibas jalanan aspal kota Semarang, hingga diajak naik ke dataran tinggi puncak Ketep, Magelang, perjalanan Toyota All New Fortuner selanjutnya diajak menapaki jalur wisata Gunung Merapi, DIY Yogyakarta. Medan berkontur jalur offroad ringan ini sengaja dipilih agar para peserta ‘Journalist Test Drive’ dapat merasakan kemampuan dual purpose sesungguhnya dari All New Fortuner.

Perjalanan melibas jalur wisata ini dibagi menjadi empat etape. Di setiap etape kami mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang menjadi saksi ganasnya letusan Gunung Merapi tersebut 2008 silam. Antara lain Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, Bunker Merapi hingga Kali Kuning bekas lintasan lahar dingin saat musibah tersebut terjadi.

Mobil yang disediakan untuk semua jurnalis adalah tipe penggerak 4x2 Rear Wheel Drive. Ada alasan tersendiri mengapa PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai distributor Toyota di Indonesia tidak memberikan kami All New Fortuner berpenggerak 4x4 untuk menaklukan rintangan ini. “Tipe 4x2 merupakan pangsa terbesar kami di seluruh lini produk. Penyerapannya hingga 90% dibanding tipe 4x4 yang hanya 10%,” ujar Rouli Sijabat, Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor.

Alasan lain, daftar pemesan yang mencapai angka ribuan unit dalam tempo beberapa hari saja, sekitar 60% diantaranya adalah All New Fortuner tipe 4x2 VRZ A/T, ungkap Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota Astra Motor.

Apakah varian yang paling diminati tersebut mampu menaklukan rintangan yang dihadapi selama perjalanan melintasi kawasan wisata Gunung Merapi? Simak perjalanan kami.

Etape 1 Museum Sisa Hartaku

Memasuki etape pertama, para peserta disambut dengan jalur sempit dengan kontur tanah berbatuan padat dan kecil. Vibrasi kecil yang timbul akibat medan jalan tersebut mampu teredam dengan baik oleh kinerja suspensi All New Fortuner.

Kemudian kondisi jalur pun semakin memburuk, kombinasi turunan dan tanjakan terjal ditambah bongkahan batu gunung yang berdimensi besar, menyambut perjalanan kami di depan. Meskipun hanya memiliki penggerak dua roda belakang, namun bukan halangan untuk melibasnya. Tanjakan terjal cukup mudah dilalui dengan mengandalkan tenaga 149 dk dan torsi sebesar 390 Nm yang ditransfer dari mesin diesel Variable Nozzle Turbocharger 2GD-FTV berkapasitas 2.400 cc.

Sebelum mencapai titik pertama, sebuah genangan air sedalam 20 cm pun harus dilintasi. Dengan pertimbangan cipratan air akan membasahi kaca depan, maka wiper pun kami nyalakan. Ternyata sia-sia! Saat kami terjang kubangan tersebut, air dari roda justru terbuang ke samping sepenuhnya berkat desain ruang fender yang mampu membelah air.

Etape 2 Batu Alien

Perjalanan pun berlanjut ke titik kedua. Lagi-lagi kami tidak menemukan kondisi jalan yang belum membaik. Di jalan yang sedikit menanjak dan banyak lubang, tenaga mesin pun kami tambah dan mode berkendara sport diaktifkan sekedar ingin tahu kinerjanya. Ternyata OtoDriver.com yang berada di balik kemudi All New Fortuner VRZ nomor lima malah sedikit kerepotan karena roda belakang kerap overspin karena injakan pedal akselerator yang hampir mencapai 50%.

Mengapa terjadi? Karena dua fitur berkendara eco dan sport yang berada pada Fortuner terbaru ini bekerja untuk mengatur bukaan throttle body pada mesin generasi terbaru 2GD-FTV. Artinya pengendara tak perlu kerepotan sendiri untuk mengatur persentase bukaan skep penghisap udara tersebut melalui injakan pedal gas.

Ilustrasinya, jika berada di mode sport, injakan pedal gas 1:2 dengan bukaan throttle secara aktual. Jika pedal diinjak setengah, maka sebetulnya skep penghisap udara ke mesin tersebut sudah membuka sepenuhnya. Berbading terbalik dengan mode eco yang memiliki perbandingan 2:1, injakan pedal yang mencapai 50% sebetulnya pembukaan throttle hanya sebesar 25%. Disinilah guna fitur tersebut untuk mengatur kehematan konsumsi bahan bakar saat berkendara.

Sementara jika keduanya di non-aktifkan atau boleh kami sebut mode normal, perbandingan antara injakan pedal akselerator dengan pergerakan throttle body sebesar 1:1. Jika Anda adalah seorang pengemudi dengan kaki kanan yang sudah lulus ilmu ecodriving, maka mode ini yang justru menarik untuk dipilih kala mengemudi.

Etape 3 Bunker Merapi

Kami menuju ketinggian 3.000 mdpl, dimana tak jauh sudah terlihat puncak Gunung Merapi. Kondisi lapisan jalan semakin tidak karuan, sisa-sisa aspal yang hancur dengan lubang sedalam 10 cm akibat tersapu lahar dingin makin membuat kami makin penasaran akan performa suspensinya.

Guncangan berlebihan yang terjadi karena hancurnya lintasan yang dilalui, masih terasa kaku khas mobil dengan sasis bertingkat. Namun harus diakui ini jauh lebih baik daripada redaman suspensi Fortuner varian G TRD Sportivo di generasi sebelumnya yang juga sempat kami coba. 

Dengan pemakaian lingkar pelek sebesar 18 inci dengan ban berukuran 265/65 pada varian VRZ, sebelumnya sempat di prediksi akan menimbulkan damping yang kurang baik saat suspensi bekerja. Namun hal tersebut tidak terjadi, ketebalan ban masih mampu meredam guncangan saat suspensi menekan kebawah.

Etape 4 Kali Kuning

Bagaikan seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru, kira-kira seperti itulah perasaan kami saat tiba di wilayah Kali Kuning wisata Gunung Merapi. Sebuah sungai kecil dengan kedalaman air mencapai 30 cm hingga 50 cm menjadi menu kami untuk mensimulasikan All New Fortuner saat menghadapi banjir yang kerap terjadi di beberapa kota.

Dengan ground clearence setinggi 225 cm, tentu tak sulit untuk melibas genangan-genangan air yang ada. Seperti saat kami coba di kubangan air sebelumnya, cipratan air pun hampir seluruhnya terbuang ke sisi samping. Hanya sebagian saja yang naik hingga ke kaca depan akibat banyaknya debit air yang kami terjang.

Beberapa gundukan kerikil yang berada di dasar sungai pun dengan mudah dilewati tanpa ada bunyi-bunyian yang berasal dari gesekan dengan bagian kolong All New Fortuner.

Kesimpulan

Walau OtoDriver.com belum mengujinya secara keseluruhan baik untuk konsumsi bahan bakar secara real time, performa akselerasi serta berbagai parameter pengujian lain, namun gambaran secara singkat mengenai impresi berkendaranya dapat kami simpulkan selama beberapa hari menggunakan medium SUV rakitan lokal ini.

Dengan harga Rp 494 juta (Jabodetabek), Toyota All New Fortuner Diesel 2.4 VRZ 4x2 bagaikan gabungan dari dua buah mobil yang berbeda fungsi. Selain dapat diandalkan menjadi sebuah SUV mewah untuk moda transportasi perkotaan, fungsi lain ia juga tahan terhadap siksaan medan jalan yang cukup berat seperti pegunungan atau sekadar untuk digunakan meninjau proyek pekerjaan, tanpa kehilangan sisi kenyamanannya.

Namun di pasaran perjalananya hingga menjadi pilihan konsumen juga tak mudah berkat kehadiran pesaing terdekatnya Mitsubishi All New Pajero Sport, Ford All New Everest 2,2 Titanium dan Isuzu MU-X. Masing-masing tentu juga memiliki daya tarik dan keunggulan yang berbeda dari sisi pengendaraan, kenyamanan, kepraktisan dan performanya.

Sepatutnya sebagai konsumen yang pintar Anda bandingkan dulu mana yang paling dianggap sesuai dengan kebutuhan dan keinginan serta layak didapat dengan sejumlah nominal uang yang Anda bayarkan.

 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com