FIRST DRIVE: Chevrolet New Trailblazer 2016

FIRST DRIVE: Chevrolet New Trailblazer 2016

General Motors (GM) Indonesia saat gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Agustus lalu sempat memperkenalkan model facelift dari Trailblazer. Namun hingga saat ini model tersebut belum dijual di Indonesia.

Di bulan September ini, GM Filipina melakukan launching mobil tersebut dan GM Indonesia mengajak OtoDriver untuk ikut ke Filipina agar bisa merasakan sensasi rival dari Fortuner dan Pajero Sport ini.

 

Wajah barunya sangat berbeda dan lebih gagah

 

Dari tampilan eksteriornya, bagian depan mobil ini benar-benar tampil berbeda dibanding sebelumnya. Hadir dengan desain kap mesin, bumper, gril, dan lampu utama baru yang kini dilengkapi juga dengan Day Running Light (DRL) LED. Sayangnya, walaupun sudah hadir dengan DRL tetap saja tidak dilengkapi dengan sistem penerangan utama LED ataupun HID seperti rivalnya Pajero Sport dan Fortuner.

 

Tipe LTZ telah menggunakan pelek 18 inci dengan ban siap off-road

 

Ternyata Chevrolet tidak melakukan perubahan di bagian sampingnya, sehingga ia masih tampak terlihat sama saja. Sampai spion saja pun Chevrolet juga tidak merubahnya sedikitpun Hanya sedikit perbedaan di bagian samping yaitu adalah penggunaan pelek yang kini berukuran 18 inci pada tipe LTZ.

 

Tak ada ubahan di bagian belakang

 

Pindah melihat eksterior bagian belakangnya, di sini pun juga tidak ada perubahan yang dilakukan oleh Chevrolet. Desain refektor lampu belakang pun masih mengadopsi yang lama.

Ada fitur unik yang kini disematkan pada Trailblazer yaitu remote start. Fitur ini memungkinkan sang pemilik untuk menyalakan mobil dari remote kuncinya. Mobil ini akan menyala selama 10 menit dan mengaktifkan sistem pendingin mobil pada temperatur 25 derajat Celcius.

Anda juga tidak perlu khawatir mobil akan hilang dibajak oleh orang saat mobil sudah menyala. Karena saat mobil menyala, pintu mobil dalam keadaan terkunci. Dan apabila orang memaksakan masuk ke dalam mobil, ia tidak akan mampu melakukan perpindahan tuas transmisinya.

 

Interior dengan dasbor baru serta sistem multimedia MyLink2

Masuk ke dalam kabinnya, dashboard berdesain baru langsung mencuri perhatian. Ini menjadi salah satu kelebihan dari Trailblazer baru, karena desain dasbornya yang lebih modern dengan gaya khas Amerika yang kuat. Mulai dari kisi-kisi ac, tombol-tombol, tuas perseneling yang berukuran serba besar. 

Interior dengan balutan kulit warna hitam juga menambah kesan mewah di dalamnya yang bercampur dengan sedikit aksen aluminium pada panel pintu, tuas perseneling dan konsol tengah. 

 

Instrumen dengan angka besar khas mobil Amerika, dilengkapi MID di tengah

 

Selain itu panel instrumen khas mobil Amerika yang berukuran besar hadir di mobil ini dan mempertahankan sistem analog dengan jarum dan angka-angka yang berukuran besar pula. Posisi duduk yang nyaman langsung kami dapat dengan mudah karena terbantu juga oleh pengaturan jok elektrik.

 

Sistem audio MyLink khas Chevrolet hadir pada layar touch screen 8 inci termasuk Apple CarPlay dan Android Auto.
Lingkar kemudi lengkap dengan fitur pengatur audi, cruise control dan forward collision allert

 

Pengaturan audio juga dapat dilakukan dengan mudah dari sisi kiri lingkar kemudi. Mulai dari volume, track dan juga ada voice command. Sedangkan di sisi kanan lingkar kemudi terdapat pengaturan cruise control dan pengaturan tingkat sensitivitas Collision Alert.

Saya mendapatkan kesempatan untuk mengemudikan Trailblazer ini mulai dari pelabuhan Danao, Cebu, Filipina menuju kawasan Danasan Eco Park Adventure. Perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam ini melewati rute perkotaan hingga jalanan berkelok menanjak dan menurun. Sebagai sebuah SUV ladder frame, permasalahan yang hadir biasanya adalah soal kelimbungan.

Tapi ternyata ini tidak terlalu terasa karena mounting yang menghubungkan antara bodi dan sasis memiliki desain baru. Jika sebelumnya menggunakan dua tumpuk karet, kini menggunakan satu buah karet saja namun karet tersebut dilapisi dengan plat sehingga gejala limbung pun berkurang.

“Sistem body mounting baru inilah menjadi salah satu keunggulan kami untuk mengurangi gejala limbung. Namun kami juga tidak ingin membuat suspensinya menjadi keras saat melewati jalan-jalan tidak rata,” ungkap Vanchana Unakul selaku General Director of Engineering GM Thailand & Southeast Asia.

Saat menanjak mobil ini juga tidak membutuhkan usaha keras, karena unit Trailblazer yang OtoDriver dapatkan bermesin 2.800 cc Duramax empat silinder turbo diesel yang kini dilengkapi dengan Variable Geometry Turbo (VGT). Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 197 dk dengan torsi raksasa 500 Nm. Mesin ini dipadu dengan transmisi otomatis baru 6 percepatan.

“Torsinya terasa besar sekali. Transmisi barunya juga bekerja dengan cepat setiap perpindahan giginya sehingga tidak ada gejala power lost saat menanjak,” ungkap Yuniadi Haksono Hartono selaku Chevrolet External Affairs & PR Director. Pernyataan itu tak bisa kami tampik, karena sama dengan yang kami rasakan saat mengendarainya.

 

Setirnya enak digenggam meski kami tak suka desainnya yang kurang modern

 

Oh, satu lagi yang menjadi perubahan penting pada mobil ini yaitu pada kemudinya menjadi terasa sangat ringan karena penggunaan Electronic Power Steering (EPS). Namun EPS ini juga bekerja secara otomatis menambah beban setir menjadi berat secara perlahan saat memasuki speed tinggi. 

Di mobil sport, penggunaan EPS mungkin kerap digugat karena mengurangi feeling berkendara. Tapi di SUV besar seperti ini EPS menjadikan pengendaraan lebih mudah, terutama ketika harus bermanuver di celah sempit. Chevrolet juga mengklaim kalau Trailblazer facelift ini merupakan SUV pertama di kelasnya yang memakai power steering elektrik.

Belum diketahui berapa harga Trailblazer facelift ini. Tipe 2.500 cc diperkirakan bermain di kisaran Rp 400-500 juta. Sementara jika tipe 2.800 cc seperti yang kami coba ini masuk ke Indonesia, harga bisa melambung tinggi. Pasalnya ada pajak tambahan untuk mobil diesel dengan kapasitas di atas 2.500 cc. Sebagai pembanding, Ford Everest 3.200 cc harga jualnya hampir menyentuh Rp 1 miliar.

 

KESIMPULAN

The New Trailblazer tampil lebih segar saat ini, dan kami anggap siap menjadi pesaing kuat dari Pajero Sport dan Fortuner. Mesin dan transmisi otomatis 6 percepatan barunya terasa sangat responsif. Interior yang hadir dengan dasbor baru juga menambah kesegaran mobil ini. Kami juga mengapresiasi kestabilannya yang makin mantap. Sayang tidak ada perubahan di bagian samping dan belakangnya.

 

KELEBIHAN

  • Tampilan wajah sangat segar
  • SUV pertama di kelasnya yang menggunakan EPS
  • Mesin halus dan bertenaga
  • Sistem multimedia MyLink2
  • Kestabilan

 

KEKURANGAN

  • Minus ubahan samping dan belakang
  • Belum dilengkapi dengan paddle shift
  • Lampu belum dilengkapi xenon ataupun LED

 

Spesifikasi:

Chevrolet The New Trailblazer 2.8 Duramax 4x4 

Kapasitas Mesin     : 2.800 cc

Tenaga maksimum : 197 dk

Torsi maksimum     : 500 Nm

Transmisi                : Otomatik 6-Speed

Penggerak              : Four Wheel Drive

 

Tambahan Foto

Trim di pintu terlihat cukup mewah

 

Tuas elektronik pengatur moda penggerak sekaligus pengunci diferensial
Jok elektrik sudah tersedia untuk penumpang di depan

 

Tampilan bumper baru nan cantik
LTZ merupakan trim termewah dari Trailblazer

 

Tersedia slot 12 Volt di bagasi
Pembuka tutup bensin dan kap mesin diletakkan di lokasi yang lebih mudah dijangkau

 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com