3 Metode Pembungkus Jok yang Wajib Diketahui

3 Metode Pembungkus Jok yang Wajib Diketahui

Mengubah kulit jok jadi salah satu langkah mudah mendapat kenyamanan lebih maupun suasana baru di dalam kabin. Tapi ternyata ada dua metode utama dalam ganti kulit jok, yakni pemasangan jok paten, semi paten dan model sarung. Sudah tahu kah Anda jika ketiganya merupakan langkah yang berbeda?

Dalam siaran persnya (17/6), PT Polystar International selaku pemegang merek MBTech menyebut bahwa merombak kulit interior atau jok baik dengan cara paten, semi paten dan sarung bisa digantikan hanya dengan kata keinginan “membungkus jok”. Memang tak salah, semua penggantian itu secara kasat mata adalah sekedar membungkus ulang jok dan interior. Padahal hasilnya – penampilan dan kenyamanan dari ketiga cara “pembungkusan jok” tersebut berbeda sangat signifikan terhadap kualitas, penampilan dan kenyamanannya.

Berikut adalah tiga metode yang dirilis MBTech dan wajib Anda ketahui dalam pembungkusan jok. Dengan mengetahui berbagai metodenya, Anda tidak bisa dikelabuhi workshop yang akan membanderol jasa pengerjaan orderan interior mobil Anda. 

Contoh jok semi paten

1. Jok paten
Metode rombakan ini dikerjakan melalui pelepasan lapisan jok lama dan digantikan dengan bahan pelapis yang baru. Sebelumnya dilakukan Fitting bodi (bentuk dan busa) jok sesuai dengan pola dan kondisi mobil. Jok Paten akan terlihat tampil sangat pas, firm, rapi dan lebih nyaman. Pekerja metode ini juga akan menawarkan penggantian lapisan bahan secara menyeluruh dan bahkan tak jarang dilakukan pula penggantian dan penambahan busa. Keuntungan sistem Jok Paten adalah bisa menonjolkan kualitas jahitan, pola, model dan kombinasi warna jok yang dibuat. Tampak sebagai produk handmade yang lebih bernilai dan dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan pemilik mobil agar tampil lebih bergaya dan eksklusif.

2. Jok sarung
Cara ini adalah cara yang paling praktis dan relatif murah. Dikerjakan tanpa melepas jok lama. Pembungkusan sarung ini posisi jok biasanya tidak perlu dibongkar total dari dek kabin mobil, karena hanya dibutuhkan ikatan beberapa tali untuk pemasangannya. Hal ini yang menyebabkan penampilan jok sarung kelihatan tidak rapi, menggelembung dan mudah bergeser sehingga tidak nyaman digunakan. Umumnya cara ini digunakan hanya untuk melindungi jok asli agar tidak rusak atau kotor sehingga pada saat mobil akan dijual kembali maka jok asli masih akan terlihat bagus yang diyakini akan menambah nilai jual mobil tersebut. 

3. Jok semi paten
Cara pembungkusan jok semi paten ini hampir sama dengan pemasangan jok sarung. Yaitu tanpa melepas lapisan jok lama, hanya ditumpuk menggunakan sarung jok yang sudah dibuat sebelumnya. Perbedaannya hanya cara mengikatnya saja, jika jok sarung menggunakan tali-tali atau risleting, jok semi paten dengan cara menjahitnya di beberapa bagian pertemuan sarung tersebut – biasanya di bagian bawah jok. Tetap dilakukan pembongkaran jok dari posisi dek kabin yang terlihat seperti mengerjakan jok paten. Kualitas hasilnya sebelas-duabelas dengan jok sarung, resiko menggelembung, dan lapisan bahan akan terlihat tidak pas pasti terjadi, karena penguatan bahan pelapis di jok tidak dilakukan di seluruh bagian jok secara sempurna.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com